Pencarian

Kamboja Genjot Wisata Ramah Muslim, Target 440.000 Turis dari Indonesia dan Timur Tengah

Selasa, 25 Agustus 2026 • 11:20:31 WIB
Kamboja Genjot Wisata Ramah Muslim, Target 440.000 Turis dari Indonesia dan Timur Tengah
Menteri Pariwisata Kamboja Huat Hak memaparkan rencana induk pariwisata ramah Muslim 2023-2027 di Sulawesi Barat.

SULAWESI BARAT — Kamboja tengah berbenah besar-besaran. Di tengah tekanan sektor pariwisata yang lesu, pemerintah setempat kini mengarahkan fokus pada pasar wisatawan Muslim dengan sejumlah fasilitas baru yang mulai terlihat di kota-kota utama.

Angka Kunjungan Turun Drastis, Pasar Muslim Jadi Andalan Baru

Data resmi menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kamboja pada semester pertama 2026 hanya mencapai 1,75 juta orang. Angka ini merosot 47,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 3,36 juta kunjungan.

Penurunan ini dipicu penutupan perbatasan darat dan ketegangan militer dengan Thailand. Citra negara juga sempat terpengaruh pemberitaan internasional soal kasus penipuan siber yang marak di kawasan tersebut.

Pendapatan dari sektor pariwisata ikut tergerus 31,5 persen menjadi USD 1,4 miliar atau setara Rp 24,96 triliun. Untuk memulihkan kondisi, pemerintah menyusun rencana induk pariwisata Muslim 2023-2027 yang mencakup pelatihan pelaku usaha serta penyediaan ruang salat di dua bandara internasional utama dan pusat perbelanjaan.

Fasilitas Ramah Muslim Mulai Terlihat di Phnom Penh dan Siem Reap

Perubahan di lapangan mulai terasa. Sejumlah hotel kini menyediakan sajadah dan penunjuk arah kiblat di kamar, sementara restoran semakin banyak menawarkan menu bersertifikat halal dan area bebas alkohol.

Presiden Cambodian Association of Travel Agents (CATA), Chhay Sivlin, menilai kampanye Assalamualaikum Cambodia membuat pelaku usaha lebih paham kebutuhan wisatawan Muslim.

"Kalau melihat perubahan dalam tiga tahun terakhir, kita benar-benar bisa melihat perubahan di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa operator lokal kini mulai aktif berpartisipasi, bukan sekadar mengamati tren dari jauh.

Jumlah Turis Muslim Naik Hampir 2,5 Kali Lipat

Data Global Muslim Travel Index mencatat sekitar 196 juta Muslim bepergian ke luar negeri pada 2025. Dari angka itu, Kamboja berhasil menarik 440.000 wisatawan Muslim pada 2024, melonjak signifikan dari 180.000 kunjungan pada 2022.

Wisatawan berasal dari Timur Tengah serta negara ASEAN seperti Indonesia dan Malaysia. Pemerintah Kamboja juga menerbitkan Handbook on Muslim-Friendly Tourism Standards sebagai panduan bagi pelaku usaha dan menggelar Forum dan Pameran Pariwisata Muslim untuk ketiga kalinya pada pertengahan Juli lalu.

Masih Ada Pekerjaan Rumah: Infrastruktur dan Sertifikasi Halal

Restoran bersertifikat halal milik Muslim di Phnom Penh dan Siem Reap memang semakin banyak. Namun proses sertifikasi halal secara menyeluruh masih berjalan dan belum menjangkau semua sektor.

Menteri Pariwisata Kamboja, Huat Hak, menegaskan bahwa pasar ini bukan sekadar peluang ekonomi.

"Pariwisata Muslim bukan hanya pasar yang potensial, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kamboja merupakan destinasi yang aman, ramah, dapat diandalkan, dan memiliki keramahan bagi wisatawan dari berbagai negara dan agama," jelasnya.

Infrastruktur berstandar internasional belum merata di luar Phnom Penh dan Siem Reap. Selain itu, banyak calon wisatawan yang belum mengetahui sejarah komunitas Muslim Cham dan hampir 1.000 masjid aktif yang tersebar di Kamboja.

Padahal, sisi inilah yang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kamboja berpeluang diperkenalkan sebagai destinasi mandiri, bukan sekadar tujuan lanjutan setelah Thailand atau Vietnam. Bagi pelancong Muslim dari Indonesia, kunjungan ke Kamboja kini bisa lebih nyaman—asal informasi terkini soal fasilitas halal dikonfirmasi langsung ke pengelola hotel atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks