SULAWESI BARAT — "Baik, terima kasih, saudara-saudara sekalian, saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo saat membuka rapat.
Rapat tersebut dihadiri delapan pimpinan kementerian/lembaga, 10 pimpinan pemerintah daerah, serta perwakilan BMKG dan BPBD. Fokus utama pembahasan adalah data terkini luasan karhutla dan koordinasi langkah penanganan darat-udara.
Empat Kabupaten dengan Luas Karhutla Terbesar
Tenaga Ahli BNPB Asbullah memaparkan, sejumlah kabupaten menjadi perhatian karena mengalami kebakaran signifikan dan berkontribusi terhadap munculnya kabut asap, terutama wilayah dengan hamparan lahan gambut. Kabupaten Ketapang tercatat memiliki luas karhutla terbesar dengan 12.443 hektare, disusul Kubu Raya 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare, dan Sambas 2.318 hektare.
Pemerintah Provinsi Kalbar telah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan, setidaknya ada sembilan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga untuk merespons kondisi tersebut.
Kendala Operasi Modifikasi Cuaca
Selain penanganan melalui darat dan udara, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sejak April 2026. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai guna meningkatkan potensi hujan.
"Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga," jelas Daniel.
Dengan luasan karhutla yang telah melampaui 38 ribu hektare, pemerintah terus mengoptimalkan patroli darat, pemantauan udara, serta pemadaman. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.