SULAWESI BARAT — Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu berlangsung pukul 13.30 WIB. Ia hadir mengenakan baju safari cokelat dan langsung berjalan memasuki area bekas pepohonan yang hangus untuk melihat langsung upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan TNI-Polri.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tampak berbincang dengan sejumlah petugas yang tengah memadamkan titik api. Sejumlah mobil tangki air milik TNI AD disiagakan di lokasi untuk mendukung operasi darat.
Pendamping dan Momen Bersama Warga
Presiden tidak sendiri. Ia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Herindra, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Para pejabat itu juga tidak memakai masker selama proses peninjauan berlangsung.
Usai meninjau area terdampak, Prabowo menyempatkan diri menyapa warga yang berdiri di pinggir lahan. "Sehat-sehat ya Pak," teriak seorang warga, yang langsung dibalas acungan jempol oleh Prabowo.
Rapat di Lanud Supadio: Laporan 198 Hotspot
Sebelum meninjau lokasi, Prabowo lebih dulu memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Pontianak. Rapat itu dihadiri jajaran menteri kabinet, Panglima TNI, Kapolri, kepala daerah, serta perwakilan BMKG, Basarnas, dan BNPB.
"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata," ujar Prabowo saat membuka rapat, Sabtu (22/8).
Dalam rapat tersebut, Pelaksana Tugas Kepala BNPB, Brigjen Purnawirawan Nyoman Abrulo, melaporkan data terbaru pantauan satelit. Sebanyak 198 titik api atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir. Selain itu, terpantau 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 hotspot berstatus rendah.
Fokus Penanganan dan Kondisi di Lapangan
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memprioritaskan pemadaman di daerah dengan konsentrasi titik api tertinggi. Kabut asap yang menyelimuti Desa Limbung menjadi indikasi bahwa kebakaran masih aktif di sejumlah titik.
Operasi pemadaman sendiri melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan. Dukungan water tank dan patroli udara terus digerakkan untuk menekan meluasnya area terdampak.
Kunjungan ini merupakan respons cepat pemerintah pusat terhadap meningkatnya karhutla di Kalimantan, yang kerap memicu kabut asap lintas batas dan gangguan kesehatan masyarakat. Langkah lanjutan dari pemerintah daerah untuk mencegah kebakaran baru pun dinilai krusial menyusul masih tingginya jumlah hotspot di wilayah tersebut.