Pencarian

3 Strategi Pemkab Polman Hadapi Kekeringan El Nino, Jaga Pasokan Air Musim Tanam III 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:33:01 WIB
3 Strategi Pemkab Polman Hadapi Kekeringan El Nino, Jaga Pasokan Air Musim Tanam III 2026
Bupati Polewali Mandar memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (20/8/2026).

POLEWALI MANDAR — Ancaman kekeringan di Polewali Mandar mulai terlihat nyata. Tinggi muka air di Bendung Sekka-Sekka dilaporkan menyusut hingga minus 5 sentimeter dan berpotensi terus menurun jika hujan tidak segera turun. Kondisi ini membuat pemerintah kabupaten bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi agar produksi pertanian tidak terganggu.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (20/8/2026), Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud membuka langsung pembahasan strategi penyelamatan sektor pertanian. Rakor ini dihadiri jajaran lintas instansi, termasuk Wakapolres Polman, Pasi Ops Kodim 1402, Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, serta BMKG Sulawesi Barat.

El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Januari 2027

Berdasarkan laporan BMKG Sulawesi Barat melalui Pos Pengamatan Majene, potensi El Nino dengan intensitas sangat kuat diperkirakan terjadi mulai Juni 2026 hingga Januari 2027. Meski Sulawesi Barat mulai memasuki musim penghujan pada Oktober-November 2026, curah hujan diprediksi tetap rendah.

Artinya, kewaspadaan terhadap kekeringan harus ditingkatkan lebih awal. Sektor pertanian menjadi prioritas utama karena ketersediaan air merupakan faktor kunci keberlanjutan produksi pangan di daerah ini.

Dorong Petani Gunakan Varietas Padi Adaptif Kekeringan

Strategi pertama yang disiapkan Pemkab Polman adalah mendorong petani beralih ke varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi kering dan memiliki kebutuhan air lebih rendah. Petani juga diarahkan memilih varietas berumur genjah dengan masa panen sekitar 70 hingga 100 hari.

Langkah ini dinilai membantu petani menyesuaikan masa pertumbuhan tanaman dengan ketersediaan air yang semakin terbatas. Pemilihan varietas yang tepat menjadi kunci utama meminimalkan risiko gagal panen di tengah ancaman kekeringan.

Teknologi Irigasi dan Dukungan Sarana Pendukung

Selain pemilihan varietas, pemerintah mendorong penerapan teknologi pertanian modern melalui manajemen pengelolaan air. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan pedoman teknis pertanaman serta didampingi langsung oleh penyuluh pertanian di lapangan.

Pemkab Polman juga menggenjot penyediaan sarana prasarana pendukung, meliputi pengadaan pompa air, pembangunan sumur bor dalam, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta optimalisasi lahan. Dukungan ini diharapkan berjalan melalui program pemerintah maupun swadaya masyarakat dan kelompok tani.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Polman berharap dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dapat ditekan. Ketersediaan air bagi petani, khususnya yang bergantung pada jaringan irigasi Bendung Sekka-Sekka, tetap dapat diantisipasi sehingga Musim Tanam III 2026 berjalan dengan baik.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulbarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks