SULAWESI BARAT — Malam Ramah Tamah Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pelataran Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (17/8/2026), menjadi panggung apresiasi bagi sejumlah instansi. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman secara langsung menyerahkan penghargaan kepada General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, atas kontribusi perusahaan listrik negara itu dalam menyukseskan program Mudik Gratis Pemprov Sulsel 2026.
Penghargaan ini menempatkan PLN sejajar dengan pimpinan Forkopimda dan instansi lainnya yang dinilai mendukung program strategis daerah. Namun, di luar aspek seremoni, ada makna yang lebih dalam: peran korporasi dalam operasional mudik massal yang selama ini jarang disorot.
Peran PLN di Balik Kelancaran Mudik Gratis
Dukungan PLN dalam program Mudik Gratis bukan hanya soal menyediakan armada bus atau mengatur jadwal keberangkatan. Keterlibatan BUMN ini mencakup aspek yang lebih fundamental, yakni memastikan pasokan listrik andal di titik-titik keberangkatan, area istirahat, hingga posko-posko kesehatan selama periode mudik Idulfitri.
Edyansyah menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam kegiatan kemasyarakatan. "Keterlibatan PLN dalam Mudik Gratis merupakan wujud kepedulian sosial korporasi," ujarnya, menekankan bahwa program ini membantu masyarakat bersilaturahmi dengan aman dan nyaman saat momentum Idulfitri.
Sinergi yang Lebih Luas dari Sekadar Mudik
Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas instansi yang terjalin. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, maju, dan sejahtera. "Peringatan kemerdekaan menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerja bersama," kata Gubernur Sulsel.
Di luar urusan mudik, penghargaan ini menegaskan posisi PLN sebagai tulang punggung pembangunan daerah. Komitmen yang disampaikan Edyansyah untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov Sulsel dalam mendukung pembangunan dan ketahanan energi menjadi poin krusial. Artinya, kolaborasi ini punya dampak jangka panjang yang jauh melampaui kelancaran arus mudik tahunan.
Yang Perlu Diperhatikan: Konsistensi dan Dampak Nyata
Apresiasi ini tentu layak, tetapi publik berhak menunggu bukti konsistensi. Penghargaan semacam ini akan lebih bermakna jika diikuti dengan peningkatan kualitas layanan yang terukur. Misalnya, bagaimana keandalan listrik selama mudik benar-benar terjaga tanpa pemadaman di lokasi-lokasi krusial, atau bagaimana koordinasi dengan pemangku kepentingan lain berjalan mulus di lapangan.
Tanpa data konkret soal jumlah pemudik yang terbantu atau tingkat gangguan listrik yang berhasil ditekan, penghargaan ini masih berpotensi menjadi rutinitas administratif semata. Namun, pengakuan publik dari kepala daerah merupakan indikator positif bahwa kolaborasi strategis antara BUMN dan pemerintah daerah diakui kinerjanya.
Malam ramah tamah yang ditutup dengan foto bersama dan silaturahmi antar pimpinan instansi itu menjadi penanda bahwa roda pembangunan di Sulsel tidak bisa berjalan sendirian. Butuh kerja sama erat, dan PLN baru saja mendapatkan pengakuan resmi atas peran mereka di dalamnya.