MAMASA — Api pertama kali terpantau sekitar pukul 10.00 Wita di tiga lokasi berbeda, yakni Dusun Bottik, Dusun Pasarean di Desa Batupapan, serta Dusun Ratte Popo di Desa Masewe. Bhabinkamtibmas Polsek Pana menerima laporan dari warga pada pukul 10.30 Wita bahwa api masih menyala di sejumlah titik dan belum sepenuhnya padam.
Personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman. Lokasi kebakaran berada di area pegunungan dengan akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Medan Pegunungan Jadi Kendala Utama Pemadaman
Kendaraan petugas dan warga terpaksa diparkir di titik terdekat, sisanya ditempuh dengan berjalan kaki. Kondisi itu memperlambat proses pemadaman di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, api belum sepenuhnya padam karena keterbatasan alat pemadam dan minimnya sumber air di lokasi. Pemadaman manual masih dilakukan menggunakan alat seadanya seperti ranting daun.
Jarak Titik Api Hanya 1,5 Kilometer dari Rumah Warga
Meskipun lokasi kebakaran berada di luar pemukiman padat, jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari rumah warga terdekat. Kobaran api yang merambat membuat satu unit rumah milik Roma Maraya terbakar habis.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Masyarakat, TNI, Polri, serta aparat desa setempat terus berjaga dan membersihkan area di sekitar titik api untuk membuat sekat agar api tidak semakin merambat.
Dugaan Sementara: Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada kelalaian warga saat membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, tradisi yang masih sering dilakukan meskipun berisiko tinggi.
Kapolsek Pana, IPTU Rudi Yan Mangallo, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama.
"Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika melihat adanya titik api baru agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," tutup IPTU Rudi.