POLEWALI MANDAR — Batuud Koramil 1402-02/Wonomulyo, Pelda Abdul Gaffar, menyebut titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 Wita. Setelah upaya pemadaman bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 Wita.
"Api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 Wita. Personel bersama masyarakat berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas," kata Abdul Gaffar.
Medan Sulit, Damkar Tak Bisa Masuk ke Titik Api
Proses pemadaman terkendala karena medan kebakaran tidak dapat dijangkau unit pemadam kebakaran. Kondisi itu memaksa personel dan warga memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Meski dengan keterbatasan sarana, Satgas Karhutla bersama masyarakat tetap berupaya mengendalikan kobaran api hingga berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Api Cepat Merambat Saat Lahan Kering
Peristiwa di Mapilli kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, terutama saat kondisi lingkungan kering. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Api dapat dengan cepat merambat ke area perkebunan di sekitarnya jika pembakaran lahan dilakukan tanpa pengawasan. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam upaya mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Polewali Mandar.