MAMUJU — Luasan lahan terbakar di Desa Buana Sakti diperkirakan mencapai 20 hektare. Angka itu dihimpun dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar hingga pukul 18.00 WITA, yang mencatat penanganan baru menjangkau sekitar seperempat area kebakaran.
Kendala utama bukan jumlah personel, melainkan ketersediaan air. Sumber air di sekitar lokasi menyusut sehingga petugas mengalihkan strategi dari penyemprotan langsung ke pembuatan sekat bakar.
Jalur Pemutus Api Sepanjang 450 Meter
Petugas membuat jalur isolasi di tiga sisi area kebakaran: barat, timur, dan selatan. Total panjang jalur yang selesai dikeruk mencapai sekitar 450 meter.
Di sisi barat, jalur dibuat selebar lima meter dengan panjang 250 meter. Jalur serupa dibangun di sisi lain untuk membatasi pergerakan api agar tidak merambat ke lahan warga.
Metode isolasi dipilih karena lebih efektif ketika pasokan air terbatas. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan di titik-titik yang belum sepenuhnya padam.
29 Personel dari Empat Instansi Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan 29 personel gabungan. Rinciannya, empat personel BPBD Sulbar, sembilan personel BPBD Kabupaten Mamuju, 14 personel Manggala Agni dari Pondok Kerja Mamuju dan Pondok Kerja Palu, serta dua personel BPBPK Sulbar.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan penanganan karhutla menuntut koordinasi lintas instansi dan dukungan sumber daya yang memadai.
"Penanganan akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat, sekaligus mengupayakan agar penyebaran api dapat dikendalikan," kata Yasir Fattah.
Dua Titik Api Lain Masih Diasesmen
Selain Desa Buana Sakti, terdapat dua titik kebakaran lain di wilayah Tommo, yakni Tommo 2 dan Tommo 5. Keduanya masih dalam proses asesmen untuk mengetahui kondisi dan luas lahan yang terdampak.
Tim gabungan juga membutuhkan tambahan kendaraan operasional. Armada yang ada dinilai belum cukup untuk menyuplai air ke lokasi pemadaman yang tersebar.
Warga Diminta Waspadai Paparan Asap
Dampak kebakaran dirasakan warga melalui paparan asap yang menyelimuti kawasan sekitar. BPBD Sulbar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal dekat lokasi kebakaran.
Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Jika menemukan titik api baru, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat.