SULAWESI BARAT — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan cadangan Pertalite RON 90 nasional berada di kisaran 16-18 hari, sementara BBM jenis lain di atas 20 hari. Pemerintah memperkuat distribusi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang menembus 105 dolar AS per barel. Cadangan BBM di Bali yang sempat menipis kini berangsur pulih.
Bahlil menyampaikan kondisi pasokan energi nasional masih terjaga di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah, katanya, terus memastikan ketersediaan BBM sekaligus memperkuat distribusi ke berbagai daerah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pernyataan itu disampaikan seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Rincian Ketahanan Cadangan per Jenis BBM
Cadangan Pertalite memang lebih rendah dibandingkan jenis BBM lainnya. Untuk RON 92, RON 95, dan RON 98, ketahanan cadangan berada di atas 20 hari. Begitu pula solar.
"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk Pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari," kata Bahlil, dikutip Rabu (21/10/2026).
Angka 16-18 hari itu tidak berarti pasokan akan habis setelah periode tersebut. Distribusi dan pengadaan BBM terus berlangsung, sehingga ketahanan cadangan bergerak mengikuti arus pasokan harian.
Harga Minyak Dunia Tembus 105 Dolar AS per Barel
Tekanan datang dari sisi harga. Bahlil mengungkapkan Indonesian Crude Price (ICP) telah mencapai kisaran 105-106 dolar AS per barel. Angka itu jauh di atas rata-rata ICP sepanjang Januari hingga Oktober 2026 yang berada di kisaran 91-92 dolar AS per barel.
"Yang pertama, kita tahu kondisi global sampai dengan sekarang kondisinya semakin tidak menentu. Dan hari ini ICP sudah tembus di angka 100 dolar AS per barel. Ya angka 106, 105 dolar AS per barel," ujar Bahlil.
Kenaikan ICP menjadi perhatian pemerintah karena berdampak langsung pada beban subsidi dan kompensasi energi. Bahlil menyampaikan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai keamanan pasokan BBM Indonesia di tengah gejolak kawasan Timur Tengah.
Bali Sempat Kehabisan Stok, Kini Pulih 11-12 Hari
Gangguan pasokan sempat terjadi di Bali. Keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa membuat cadangan di wilayah tersebut menurun sekitar tiga hingga empat hari.
Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk mempercepat pengiriman. Hasilnya, cadangan BBM di Bali kembali mencapai 11-12 hari.
Bahlil meminta Pertamina meningkatkan ketahanan cadangan di Bali menjadi 15 hari dalam waktu satu pekan. Target itu agar pasokan di wilayah tersebut setara dengan standar nasional.
"Dan saya minta untuk satu pekan ke depan bisa mencapai dengan 15 hari. Sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional," jelas Bahlil.
Posisi cadangan Pertalite yang lebih tipis dibanding BBM lain mencerminkan tingginya serapan jenis ini di masyarakat. Dengan ICP yang masih bergerak di atas 100 dolar AS per barel, kemampuan Pertamina menjaga ketahanan stok sekaligus menyerap beban harga menjadi ujian tersendiri dalam beberapa pekan ke depan.