Pencarian

Gizi Balita: Edukasi Keluarga Cegah Stunting di Jatinegara

Selasa, 20 Oktober 2026 • 11:51:01 WIB
Gizi Balita: Edukasi Keluarga Cegah Stunting di Jatinegara
Peserta mengikuti Pelatihan Ibu Balita bertema peningkatan kualitas kesehatan dan status gizi masyarakat melalui pendekatan keluarga di Jatinegara, Jakarta.

SULAWESI BARAT — Prevalensi stunting balita di DKI Jakarta masih 17,2 persen, dan 40 ibu balita di Jatinegara baru saja mendapat pelatihan gizi langsung dari Puskesmas Cakung. Panduan praktis soal gizi seimbang, infeksi anak, dan pemantauan tumbuh kembang ini bisa jadi bekal ibu di rumah.

PT Pamapersada Nusantara menggelar Pelatihan Ibu Balita bertema "Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga" di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan berlangsung di Ruang Peak Encanto, Gedung PAMA 3 Lantai 1, pada Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 40 ibu balita dan 6 kader posyandu binaan CSR PAMA ikut serta. Tim kesehatan dari Puskesmas Cakung dan Puskesmas Kelurahan Jatinegara bertindak sebagai narasumber, didampingi Sekretaris Kelurahan Jatinegara dan perwakilan manajemen PAMA.

Apa Saja yang Diajarkan dalam Pelatihan Gizi Balita

Materi disusun dari tiga topik yang paling dekat dengan keseharian ibu: konsep masalah gizi balita, infeksi anak dan tumbuh kembang, serta sosialisasi tuberkulosis (TB) anak. Peserta tidak hanya mendengar teori, tapi diminta memahami cara mengenali potensi masalah kesehatan sejak dini.

Bagi kader posyandu, pelatihan ini jadi bekal tambahan untuk mendampingi warga di lingkungan masing-masing. Peran mereka penting karena posyandu sering jadi titik pertama ibu bertanya soal berat badan anak yang tidak naik atau nafsu makan yang menurun.

Kenapa Pendekatan Keluarga Jadi Kunci

Perwakilan manajemen PAMA menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak bisa dilepas dari peran aktif keluarga. Memastikan asupan gizi, menjaga kesehatan, dan menerapkan pola asuh tepat sejak dini disebut sebagai tiga hal yang saling terkait.

"Kami percaya bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program CSR ini, PAMA ingin turut meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

Pendekatan ini sejalan dengan temuan lapangan: anak yang gizinya baik lebih jarang sakit, lebih cepat pulih dari infeksi, dan lebih siap belajar. Sebaliknya, infeksi yang berulang bisa menggerus asupan gizi dan menghambat pertumbuhan.

Angka Stunting yang Masih Jadi PR Bersama

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting balita nasional di angka 19,8 persen. Di DKI Jakarta, angkanya 17,2 persen. Keduanya turun dibanding tahun sebelumnya, tapi belum cukup untuk dianggap selesai.

Angka itu menjelaskan mengapa edukasi gizi di tingkat kelurahan tetap relevan. Ibu perlu tahu porsi makan anak sesuai usia, cara menambah protein hewani pada menu harian, dan kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Tanda Anak Perlu Segera Diperiksa ke Tenaga Kesehatan

Beberapa kondisi sebaiknya tidak ditunda. Berat badan anak tidak naik dua bulan berturut-turut, anak sering demam atau batuk lama, nafsu makan turun drastis, atau anak tampak lemas dan kurang aktif. Riwayat kontak dengan penderita TB juga jadi alasan kuat untuk memeriksakan anak.

Pemantauan rutin di posyandu membantu ibu menangkap perubahan kecil sebelum jadi masalah besar. Catat berat dan tinggi badan anak setiap bulan, lalu bandingkan dengan grafik pertumbuhan di buku KIA.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat peran kader posyandu dalam mendampingi masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal," imbuhnya.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan kader posyandu memang tidak langsung mengubah angka. Tapi bagi ibu di Jatinegara, bekal pengetahuan soal gizi dan deteksi dini infeksi adalah langkah pertama yang bisa dipraktikkan mulai dari dapur rumah sendiri.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks