Pencarian

Sekda Sulbar Junda Maulana Dorong Penguatan Peran Pesantren di Polewali Mandar, Soroti Bahaya HP pada Anak

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 16:46:01 WIB
Sekda Sulbar Junda Maulana Dorong Penguatan Peran Pesantren di Polewali Mandar, Soroti Bahaya HP pada Anak
Sekda Sulawesi Barat Junda Maulana menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Perguruan Islam Campalagian, Polewali Mandar.

POLEWALI MANDAR — Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai anak sebagai pemicu utama krisis moral generasi muda. Ia menyampaikan hal itu di hadapan jamaah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Perguruan Islam (YPI) Campalagian, Polewali Mandar.

Menurut Junda, tekanan yang dihadapi anak-anak sekarang tidak lagi sebatas pergaulan di sekolah atau lingkungan rumah. Perundungan, jeratan narkoba, hingga lunturnya rasa santun terhadap orang tua disebutnya sebagai sinyal bahaya yang nyata.

Peran Keluarga Dinilai Melemah, Tidak Bisa Diserahkan ke Sekolah Saja

Junda menegaskan bahwa persoalan karakter anak tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, dan pemerintah diminta kembali mengambil peran masing-masing secara serius.

"Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh sekolah saja, keluarga saja, atau pemerintah saja. Peran keluarga yang semakin melemah harus kita tingkatkan kembali," tegas Junda.

Ia menilai pola pengasuhan era digital jauh lebih rumit dibanding masa lalu. Orang tua dituntut tidak hanya menyediakan kebutuhan anak, tetapi juga hadir mengawasi setiap aktivitas anak di ruang digital.

Media Sosial dan AI Diakui Penting, tapi Harus Dikontrol Orang Tua

Keberadaan media sosial dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diakui Junda memang penting untuk menambah wawasan anak. Teknologi itu, katanya, tidak bisa ditolak sepenuhnya dari kehidupan generasi muda.

Namun penggunaannya wajib berada di bawah kendali orang tua. Tanpa kontrol dan batasan jam pakai gadget, teknologi justru berpotensi merusak karakter anak.

Peringatan itu muncul di tengah maraknya kasus anak yang kecanduan gawai di Sulawesi Barat. Pembatasan waktu penggunaan gawai dinilai menjadi langkah paling sederhana yang bisa diterapkan keluarga.

Pesantren dan Madrasah Diminta Jadi Benteng Pertahanan Terakhir

Di sisi lain, lembaga pendidikan berbasis agama seperti madrasah dan pesantren dinilai menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menjaga akhlak generasi muda. Junda meminta para pengajar tidak sekadar melakukan transfer ilmu.

Keteladanan akhlak harus menjadi prioritas utama di lingkungan pesantren dan madrasah. Anak-anak, menurut Junda, lebih cepat meniru perilaku guru dibanding menghafal materi pelajaran.

Yayasan Perguruan Islam Campalagian menjadi salah satu lembaga yang mendapat perhatian langsung dalam peringatan Maulid kali ini. Kegiatan keagamaan seperti ini dinilai menjadi ruang pembinaan karakter yang efektif di tengah derasnya arus digital.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mamuju.inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks