MAMUJU — Kerusakan aspal di jalur Trans Sulawesi kerap menjadi momok bagi pengendara. Di Mamuju, lubang yang membiarkan aspal terkikis di Persimpangan Lima Kali itu pun tak dibiarkan begitu saja oleh aparat kepolisian setempat.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Mamuju, Iptu Muh. Idris, bersama sejumlah personel melakukan pengecoran langsung di lokasi. Mereka menerjunkan mobil molen dan menuangkan beton untuk menutup bagian jalan yang rusak.
Inisiatif Satlantas Sebelum Kecelakaan Beruntun Terjadi
Lubang yang terbuka cukup lebar itu dinilai tidak bisa menunggu penanganan dari instansi terkait. Setiap hari, ruas ini menanggung arus kendaraan yang padat, baik roda dua maupun roda empat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan pengguna jalan. Karena jalan ini merupakan jalur Trans Nasional dan cukup ramai dilalui kendaraan, kami berinisiatif melakukan pengecoran agar lubang tidak lagi membahayakan pengendara,” ujar Iptu Muh. Idris.
Pengecoran dilakukan secara swadaya oleh personel yang bertugas. Langkah ini diambil sebagai upaya darurat, sembari menunggu perbaikan permanen dari pihak yang berwenang mengelola jalan nasional.
Penambalan Sementara, Risiko Masih Mengintai Pemotor
Meski telah ditutup, Idris mengakui perbaikan ini hanya bersifat sementara. Kondisi ini sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah pusat, bahwa ruas jalan nasional di Sulawesi Barat membutuhkan perhatian serius.
Penambalan darurat setidaknya mengurangi risiko fatal bagi pengendara yang melintas di malam hari atau saat hujan. Lubang yang tergenang air sering kali tidak terlihat dan menjadi penyebab utama kecelakaan tunggal bagi sepeda motor.
Satlantas Polresta Mamuju mengimbau pengendara untuk tetap menurunkan kecepatan saat melintas di lokasi tersebut. Kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi aspal hasil coran belum sepenuhnya sempurna.