Pencarian

DKPPKB Sulbar Libatkan FKM Unhas Susun Renja 2027, Perencanaan Kesehatan Dipastikan Berbasis Data

Minggu, 16 Agustus 2026 • 15:04:31 WIB
DKPPKB Sulbar Libatkan FKM Unhas Susun Renja 2027, Perencanaan Kesehatan Dipastikan Berbasis Data
DKPPKB Sulbar bersama FKM Unhas menggelar pendampingan penyusunan Renja 2027 di Hotel Aflah Mamuju, 12–15 Agustus 2026.

MAMUJUDKPPKB Provinsi Sulawesi Barat memastikan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif. Dinas tersebut menggandeng akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.

Pendampingan yang berlangsung pada 12–15 Agustus 2026 di Hotel Aflah Mamuju ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan tata kelola program kesehatan yang melibatkan FKM Unhas bersama Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan RI.

Fokus Pembahasan: Sistematika Dokumen dan Evaluasi Kinerja

Pada tahap pendampingan ketiga atau Trip 3, pembahasan difokuskan pada penyesuaian sistematika Renja Bab I hingga Bab VI sesuai Permendagri Nomor 14 Tahun 2026. Targetnya, penyusunan Bab I hingga Bab IV sekaligus penyempurnaan dokumen Rencana Strategis (Renstra) DKPPKB.

Proses penyusunan tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen. Evaluasi capaian kinerja, identifikasi isu strategis, hingga perumusan program dan kegiatan juga menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut.

Bab II dan III: Evaluasi IKU, IKK, dan Sinkronisasi dengan Renstra

Dalam bahan pendampingan, Bab II Renja 2027 diarahkan untuk memuat evaluasi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Tahun 2025. Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), rumusan permasalahan, telaah pokok-pokok pikiran DPRD, serta inovasi pelayanan kesehatan juga masuk dalam bab ini.

Sementara itu, Bab III diarahkan untuk memastikan tujuan dan sasaran Renja 2027 tetap selaras dengan Renstra DKPPKB Tahun 2025–2029 serta mendukung arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional dan daerah.

Pentingnya Perencanaan Berbasis Data dan Indikator Kinerja

Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya dan Alumni FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Atjo Wahyu, memberikan penguatan dalam proses pendampingan. Ia menekankan pentingnya tata kelola perencanaan kesehatan yang berbasis data dan indikator kinerja, serta memiliki keterkaitan yang kuat antara perencanaan dan penganggaran.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan pendampingan bersama FKM Unhas menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat.

“Perencanaan yang baik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan diterjemahkan menjadi program yang terukur, memiliki target yang jelas, serta didukung penganggaran yang tepat. Karena itu, pendampingan ini menjadi momentum untuk memastikan Renja 2027 benar-benar selaras dengan prioritas pembangunan Sulawesi Barat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.

Menurutnya, penyusunan Renja juga harus mampu menerjemahkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera ke dalam sektor kesehatan melalui program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara tentang besarnya anggaran, tetapi bagaimana setiap program memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kita harus memperkuat perencanaan berbasis data, indikator dan kebutuhan riil di lapangan,” lanjutnya.

Keterkaitan dengan RPJMD dan Target Nasional

Pendampingan juga diarahkan untuk memastikan rencana program, kegiatan dan subkegiatan Tahun 2027 memiliki keterkaitan yang jelas dengan RPJMD 2025–2029, Renstra DKPPKB 2025–2029, hasil evaluasi kinerja, prioritas pembangunan daerah, target nasional, SPM, serta berbagai agenda tematik pembangunan kesehatan.

Kolaborasi antara DKPPKB Sulbar dan FKM Unhas diharapkan mampu menghasilkan dokumen Renja Tahun 2027 yang lebih konsisten, terukur, adaptif dan berorientasi pada hasil. Dokumen tersebut diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pencapaian indikator pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menghadirkan pembangunan kesehatan yang terencana, berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, guna mendukung terwujudnya Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sorotanpena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks