SULAWESI BARAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi tsunami telah menerjang sejumlah pesisir di Indonesia Timur setelah gempa besar berkekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Data sensor pasang surut menunjukkan ketinggian gelombang tertinggi tercatat di Labuan Bajo mencapai 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.
Dua wilayah lain turut merasakan dampak gelombang tersebut. Di Sikka, tsunami terekam lebih awal pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,19 meter, disusul Dompu di Nusa Tenggara Barat yang mencatat 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
Pemicu Gempa dan Durasi Peringatan Dini
Gempa utama terjadi pukul 04.58 WIB dengan episentrum di timur laut Mbay, Nagekeo. BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang menunjukkan potensi gelombang menerjang tiga provinsi sekaligus: NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu pagi.
Status peringatan yang dikeluarkan berada pada level waspada, dengan estimasi ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter. Level ini merupakan yang terendah dalam skala peringatan dini BMKG, namun tetap menginstruksikan masyarakat pesisir untuk menjauhi pantai.
Rekaman Sensor dan Verifikasi Lapangan
Konfirmasi terjadinya tsunami disampaikan BMKG melalui akun media sosial resminya. Data tersebut merupakan hasil verifikasi dari sensor pengukur pasang surut yang tersebar di tiga titik lokasi.
"Tsunami akibat gempa Mag:7.7SR, telah terdeteksi di SIKKA (05:03 WIB) 0,19 m, LABUAN BAJO (05:26 WIB) 0,36 m, DOMPU (05:29 WIB) 0,17 m," demikian bunyi keterangan BMKG.
Ketinggian maksimum 0,36 meter di Labuan Bajo masih berada di bawah ambang batas berbahaya. Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi arus deras dan kenaikan muka air yang dapat mengganggu aktivitas di pelabuhan maupun kawasan wisata pesisir.
Imbauan untuk Wilayah Terdampak
Masyarakat di pesisir NTT, NTB, dan Sulsel diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Riwayat kegempaan di Nagekeo menunjukkan aktivitas seismik yang aktif akibat tumbukan lempeng tektonik di Laut Flores.
BMKG juga mengingatkan warga yang tinggal di lereng curam untuk mewaspadai potensi longsor yang kerap menyertai guncangan kuat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat kejadian ini.