SULAWESI BARAT — Keluarga mendiang penyanyi dangdut legendaris A. Rafiq meninggalkan jejak karier yang tersebar di dunia hiburan, politik, hingga kedokteran. Sejak A. Rafiq wafat pada 19 Januari 2013 di usia 64 tahun, sejumlah anaknya justru makin dikenal publik lewat jalur pemerintahan dan legislatif. Nama Fadia Arafiq hingga Farabi El Fouz kini tercatat di kursi bupati dan DPRD.
Ahmad Rafiq lahir di Semarang pada 5 Maret 1948 dan lebih dikenal publik dengan nama A. Rafiq. Ia menapaki karier sebagai penyanyi dangdut sejak era 1970-an dengan karakter vokal yang berbeda dari kebanyakan pelantun dangdut Melayu saat itu.
Gaya bernyanyinya kental nuansa India, sementara penampilan panggungnya kerap mengingatkan publik pada Elvis Presley lewat gaya rambut dan busana. Lagu Pandangan Pertama menjadi salah satu karya yang paling lekat dengan namanya.
Selain menyanyi, A. Rafiq sempat terlibat di dunia akting dan penyutradaraan. Ia meninggal dunia pada 19 Januari 2013 dalam usia 64 tahun dan meninggalkan sejumlah anak yang kemudian menekuni bidang berbeda-beda.
Fadia Arafiq: Dari Cik Cik Bum Bum ke Kursi Bupati
Laila Fathiah atau Fadia Arafiq sempat mengikuti jejak sang ayah sebagai penyanyi dangdut. Namanya dikenal setelah merilis lagu Cik Cik Bum Bum pada 2000.
Setelah itu Fadia beralih ke dunia politik dan pemerintahan. Ia menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono, lalu naik menjadi Bupati Pekalongan periode 2021–2025.
Fadia kembali terpilih untuk periode 2025–2030. Posisinya saat ini menjadikannya salah satu kepala daerah dari kalangan keluarga seniman dangdut.
Fahd El Fouz: Jejak di KNPI dan Partai Golkar
Fahd El Fouz A. Rafiq menekuni dunia organisasi dan politik. Ia pernah menjabat Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2015–2018.
Pengalaman itu menjadi bagian penting perjalanannya di lingkungan organisasi kepemudaan dan Partai Golkar. Namanya juga tercatat dalam kepengurusan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA).
Pada 2022, pengadilan mengabulkan permohonan penambahan nama A. Rafiq. Nama resminya pun berubah menjadi Fahd El Fouz A. Rafiq.
Faresh El Fouz dan Kursi DPRD Depok yang Ditinggalkan
Faresh El Fouz Arafiq terjun ke politik melalui Partai Golkar dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Depok periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Depok 3. Ia juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Depok.
Perjalanan Faresh terhenti setelah ia meninggal dunia pada September 2025. Informasi kepergiannya tercantum dalam publikasi resmi KPU Kota Depok yang membahas proses pergantian antarwaktu anggota dewan.
Kursi yang ditinggalkannya kini diproses melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Farabi El Fouz: Dokter Spesialis Anak di DPRD Jawa Barat
Farabi Ahmad Rafiq menempuh pendidikan hingga menjadi dokter spesialis anak. Latar belakang medis itu membedakannya dari anggota keluarga lain yang lebih dikenal lewat industri hiburan atau organisasi politik.
Selain berprofesi di bidang kesehatan, Farabi aktif di Partai Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok dan terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi.
Profil resmi DPRD Jawa Barat mencatat namanya sebagai Dr. dr. Farabi El Fouz A. Rafiq, Sp.A, M.Kes. Kombinasi karier medis dan legislatif ini jarang ditemui di antara politikus daerah.
Dari satu keluarga dangdut, jejak A. Rafiq kini menyebar ke panggung musik, ruang pemerintahan, kursi legislatif, hingga rumah sakit. Nama Pandangan Pertama mungkin tetap milik sang ayah, tetapi anak-anaknya menulis bab sendiri di ranah publik.