MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulawesi Barat Mamuju sebagai lokasi kampanye kesehatan dalam rangkaian peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2026. Kegiatan itu digelar bekerja sama dengan pihak sekolah dan diikuti ratusan siswa. Pendekatan yang dipilih bukan sekadar penyuluhan satu arah, melainkan mengajak siswa terlibat langsung sebagai pelopor kebiasaan bersih di lingkungannya.
Tema "Be a Handwashing Hero!" atau "Jadilah Pahlawan Cuci Tangan!" dipakai untuk membangun kesadaran bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah langkah sederhana yang berdampak besar. Para siswa mendapat pemahaman soal momen-momen krusial yang mengharuskan cuci tangan, mulai dari sebelum makan, setelah menggunakan toilet, hingga setelah beraktivitas yang berisiko membuat tangan terkontaminasi kuman.
Mengapa Cuci Tangan Pakai Sabun Harus Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Seremoni
Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menekankan bahwa gerakan cuci tangan pakai sabun tidak boleh berhenti pada momentum peringatan hari kesehatan semata. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak dini punya daya tahan panjang karena anak-anak membawanya hingga dewasa.
"Gerakan cuci tangan pakai sabun tidak boleh berhenti pada momentum peringatan hari kesehatan semata, tetapi harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten," ujar Nursyamsi dalam kegiatan tersebut.
Nursyamsi menilai lingkungan sekolah memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku hidup sehat anak-anak. Karena itu, sasaran kampanye diarahkan ke usia sekolah agar pembiasaan berjalan lebih efektif.
Dari Penerima Edukasi Menjadi Agen Perubahan di Rumah dan Kampung
Melalui tema yang diusung, DKPPKB Sulbar mendorong setiap siswa menjadi pahlawan kesehatan bagi dirinya sendiri. Mereka juga diajak menularkan kebiasaan itu kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut menempatkan siswa tidak hanya sebagai penerima edukasi. Anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
Dukungan pihak sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dinilai penting agar kebiasaan mencuci tangan bisa berjalan berkelanjutan. Ketersediaan fasilitas cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir juga menjadi faktor pendukung agar siswa bisa langsung mempraktikkan perilaku sehat dalam aktivitas harian.
Sejalan dengan Panca Daya Ketiga Pemprov Sulbar
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DKPPKB Sulbar memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan. Langkah tersebut sejalan dengan Panca Daya ketiga Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagai bagian dari visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
DKPPKB Sulbar memandang pembangunan sumber daya manusia berkualitas harus dimulai dari generasi yang sehat. Salah satu fondasinya adalah kesadaran menjaga kebersihan diri melalui perilaku sederhana yang dilakukan konsisten.
Melalui momentum Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2026, DKPPKB Sulbar mengajak seluruh masyarakat menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai budaya bersama. Dengan tangan yang bersih, risiko penularan penyakit dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi tumbuh kembang generasi masa depan.