MAMUJU — Rencana pemasangan alat pemantau gempa di lingkungan kantor gubernur ini dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar Amir S. Dado, Jumat (10/7/2026). Turut hadir Kepala Dinas PUPRD Sulbar Surya Yuliawan Sarifuddin, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah, Kepala Biro Hukum Setda Sulbar Suhendra, serta jajaran teknis terkait.
Fokus Pembahasan: Kesiapan Teknis dan Regulasi
Pertemuan tersebut menyoroti tiga aspek utama: kesiapan teknis pemasangan alat, dukungan regulasi yang diperlukan, serta koordinasi antarlembaga. Seismometer yang direncanakan akan dipasang ini diharapkan menjadi bagian dari sistem peringatan dini yang terintegrasi di Sulawesi Barat.
Data yang dihasilkan nantinya tidak hanya berguna saat gempa terjadi, tetapi juga menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di daerah yang berada di jalur sesar aktif.
Pengalaman Kelam Gempa 2021 Jadi Pijakan
Kepala Dinas PUPRD Sulbar Surya Yuliawan Sarifuddin menegaskan bahwa pengalaman menghadapi bencana harus menjadi landasan dalam merancang pembangunan yang lebih tangguh.
"Sulawesi Barat memiliki catatan kelam akibat bencana gempa bumi. Pengalaman itu mengajarkan kepada kita bahwa mitigasi tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik. Pemasangan seismometer merupakan sebuah inovasi yang menjadi bagian dari solusi bersama dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah," kata Surya.
Belum lama ini, gempa yang berpusat di Kabupaten Polewali Mandar turut dirasakan hingga Mamuju. Guncangan itu kembali mengingatkan masyarakat pada gempa besar yang meluluhlantakkan Sulbar pada Januari 2021 lalu.
Bukan Sekadar Konstruksi, Tapi Keselamatan Manusia
Menurut Surya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada kualitas bangunan. Keselamatan masyarakat yang berada di dalamnya harus menjadi prioritas utama.
"Bukan hanya konstruksi yang harus kita jaga. Manusia yang berada di dalamnya jauh lebih penting untuk kita lindungi secara bersama-sama. Data yang dihasilkan seismometer nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga upaya mitigasi risiko. Inilah bentuk dedikasi kita bersama untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Barat," ujarnya.
Memperkuat Budaya Kesiapsiagaan Bencana
Apabila terealisasi, seismometer di Kantor Gubernur akan menjadi bagian dari penguatan sistem pemantauan kegempaan di Sulawesi Barat. Data real-time yang dihasilkan dapat mendukung pengambilan keputusan cepat saat terjadi gempa, meningkatkan kualitas mitigasi, serta menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan.
Pemasangan alat ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan infrastruktur dan membangun budaya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang memiliki tingkat aktivitas seismik cukup tinggi tersebut.