Pencarian

DLH Kota Bekasi Temukan Tujuh Parameter Air Kali Bekasi Melampaui Baku Mutu, Sumber Pencemaran Diduga dari Kabupaten Bogor

Kamis, 06 Agustus 2026 • 11:07:01 WIB
DLH Kota Bekasi Temukan Tujuh Parameter Air Kali Bekasi Melampaui Baku Mutu, Sumber Pencemaran Diduga dari Kabupaten Bogor
Petugas DLH Kota Bekasi mengambil sampel air Kali Bekasi yang berubah hitam pekat dan berbau menyengat untuk uji laboratorium.

SULAWESI BARAT — Pencemaran yang mengubah warna air Kali Bekasi menjadi hitam pekat dan berbau menyengat bukan sekadar persoalan estetika. Hasil uji laboratorium yang dirilis DLH Kota Bekasi pada Rabu (5/8) menunjukkan kadar Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), hingga logam berat terlarut seperti nikel, seng, dan tembaga berada jauh di atas baku mutu lingkungan. Keberadaan bakteri Fecal Coliform yang juga melampaui standar mengindikasikan kontaminasi limbah domestik dan industri telah bercampur dalam satu aliran.

Titik Awal Pencemaran Berada di Luar Wilayah Kota Bekasi

Penelusuran Pasukan Katak DLH Kota Bekasi yang menyusuri aliran sungai menemukan fakta krusial: sumber pencemaran tidak berasal dari wilayah administrasi mereka. Titik awal yang diduga menjadi sumber berada di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dari lokasi tersebut, aliran air tercemar kemudian bergerak memasuki kawasan Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, sebelum akhirnya mencapai Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

"Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor," ujar Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa dampak pencemaran telah melintasi batas administrasi, sehingga penanganan sepihak oleh satu daerah tidak akan efektif.

Koordinasi Lintas Instansi dan Harapan Tindak Lanjut di Kabupaten Bogor

Menghadapi kompleksitas ini, DLH Kota Bekasi tidak tinggal diam. Surat resmi telah dikirimkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat koordinasi dan memastikan pihak yang memiliki kewenangan atas lokasi sumber pencemaran segera bertindak.

Kiswatiningsih menekankan pentingnya tindak lanjut dari pemerintah daerah setempat agar penanganan dilakukan secara menyeluruh. Jika tidak, pencemaran yang sudah terdeteksi di perbatasan Bogor-Bekasi ini berpotensi terus meluas ke kawasan hilir yang lebih padat penduduk dan memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

Apa yang Terjadi pada Air Kali Bekasi?

Video viral yang memperlihatkan air sungai berwarna hitam pekat seperti oli bekas memicu kepanikan warga. Hasil pemantauan di titik awal yang diduga tercemar menunjukkan air mengeluarkan bau menyengat yang mengindikasikan penurunan kualitas air secara drastis. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut karena menyangkut kesehatan ekosistem sungai dan warga yang beraktivitas di sekitarnya.

DLH Kota Bekasi berkomitmen untuk terus memantau kualitas air secara berkala dan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Perkembangan penanganan akan disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Pertanyaan besar kini beralih pada respons cepat Kabupaten Bogor, apakah penanganan di sumber pencemaran akan segera dilakukan sebelum dampaknya semakin meluas ke hilir.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks