SULAWESI BARAT — Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat setelah seorang penghuni kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, diduga menyekap dan menyiksa pacarnya sendiri sejak 2021. Pelaku, Taufik Hidayat, disebut-sebut memiliki temperamen tinggi dan selalu punya alasan untuk menutupi aksinya dari pengintaian warga.
Pintu Terkunci Rapat, Korban Tak Pernah Berinteraksi
Mulyati, istri penjaga kos, mengungkapkan bahwa selama berbulan-bulan, YTR hampir tidak pernah berinteraksi dengan penghuni lain. Pintu kamar yang ditempati pasangan itu selalu tertutup rapat.
"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi atau keluar sebentar juga selalu dikunci. Takut ada orang atau feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati kepada detikJabar, Selasa (23/6).
Meski tidak ada jeritan atau permintaan tolong yang terdengar, suara benturan keras dari dalam kamar menjadi pemandangan yang akrab bagi warga. Suara itu diduga kuat berasal dari aksi kekerasan yang dialami korban.
Modus Pelaku: Berdalih Korban Sakit Mata
Untuk mengelabui lingkungan, Taufik selalu punya jawaban saat ditanya soal kondisi kekasihnya. Ia mengaku YTR menderita gangguan penglihatan parah dan membutuhkan biaya operasi mata.
"Katanya istrinya itu kondisi matanya minus 17, jadi mata nggak lihat dari kecil dan bilangnya orang tua ceweknya itu di Jawa," kata Mulyati menirukan pengakuan pelaku.
Alasan itu dinilai wajar oleh warga, sehingga tidak ada yang menaruh curiga berlebihan. Padahal, di balik pintu tertutup itu, korban diduga mengalami penyiksaan bertahun-tahun tanpa ada yang mengetahui.
Korban Dibawa ke Rumah Sakit dalam Kondisi Lemah
Kronologi pengungkapan kasus ini bermula pada awal Juni lalu, ketika YTR dibawa ke rumah sakit. Mulyati menuturkan, korban saat itu sudah sangat lemah hingga harus dipapah keluar kamar.
"Kan pas mau ke rumah sakit minjem kerudung ke ibu. Didandanin lama. Grab nunggu lama. Terus dibopong oleh pelaku. Muka tutupi si cewek," ujarnya.
Pelaku yang mengaku bekerja sebagai debt collector itu justru tidak ikut dalam mobil yang membawa korban. Ia memilih mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap rentetan kekerasan yang dialami YTR selama tiga tahun terakhir.