SULAWESI BARAT — Guncangan keras terjadi pukul 11.27 WITA. Episenter gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman sangat dangkal. BMKG mencatat getaran tidak hanya melumpuhkan aktivitas di Kota Palu, tetapi juga menjangkau Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, serta wilayah Luwuk Banggai dan sekitarnya.
Warga Berhamburan, Evakuasi Mandiri Masih Berlangsung
Di sejumlah wilayah, warga langsung berlarian keluar rumah dan gedung perkantoran. Kekhawatiran akan gempa susulan membuat banyak orang memilih bertahan di tempat terbuka. Basarnas bersama BPBD, TNI, dan Polri langsung mengaktifkan komunikasi darurat untuk memantau situasi secara real-time.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa guncangan cukup signifikan meskipun pusat gempa berada di darat," ujar Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, dalam keterangan resmi, Selasa (16/6).
Basarnas Siagakan Unsur SAR, Fokus Pemantauan Pascagempa
Yudhi menegaskan seluruh unsur SAR gabungan telah disiagakan. Fokus utama saat ini adalah pemantauan perkembangan situasi pascagempa di delapan wilayah terdampak. Koordinasi lintas instansi dengan BMKG dan pemerintah daerah disebut terus berjalan untuk memastikan respons cepat jika terjadi perkembangan darurat.
"Seluruh unsur SAR gabungan telah kami siagakan dan saat ini fokus utama adalah pemantauan perkembangan situasi pascagempa di delapan wilayah tersebut," lanjut Yudhi.
Belum Ada Korban Jiwa, Pendataan Dampak Terus Berjalan
Hingga laporan ini diturunkan, Basarnas belum menerima laporan adanya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan yang signifikan. Pendataan dampak gempa dilakukan secara berjenjang oleh tim di lapangan. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta menghindari bangunan yang mengalami retakan.
"Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan signifikan," kata Yudhi.
Kondisi Umum Dilaporkan Kondusif, Respons Cepat Disiagakan
Meski guncangan sempat memicu kepanikan, situasi di delapan kabupaten terdampak secara umum dilaporkan masih kondusif. Basarnas, BMKG, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan ketat. "Fokus kami adalah memastikan respons cepat apabila terjadi perkembangan di lapangan, terutama jika muncul laporan dampak lanjutan atau kebutuhan evakuasi," tutup Yudhi.