SULAWESI BARAT — Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 4,9 terjadi pada pukul 12:14:41 WIB. Episentrum gempa berlokasi di koordinat 5.45 Lintang Utara dan 124.67 Bujur Timur, tepatnya 223 kilometer barat laut Tahuna, dengan kedalaman 23 kilometer.
Belum genap satu jam berselang, gempa susulan kembali terasa. BMKG mencatat gempa kedua dengan Magnitudo 4,0 terjadi pada pukul 12:53:02 WIB. Data sementara menunjukkan lokasi dan kedalaman gempa susulan ini masih berada di sekitar zona yang sama dengan gempa pertama.
Dua Gempa di Lokasi Berbeda dalam Waktu Berdekatan
Dalam pengamatan yang sama, BMKG juga melaporkan aktivitas seismik di wilayah lain. Gempa bumi Magnitudo 3,1 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada pukul 12:22:48 WIB. Episentrum gempa ini berada di darat, 14 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 4 kilometer.
BMKG menyatakan bahwa gempa-gempa tersebut tidak memiliki keterkaitan satu sama lain mengingat lokasi episentrum yang terpisah jauh. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Imbauan BMKG dan Antisipasi Warga
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, melalui kanal resmi di media sosial X @infobmkg, menegaskan bahwa gempa di Tahuna tidak berpotensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam rilisnya.
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat di sekitar lokasi gempa untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih bisa terjadi. Warga diminta memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan struktural sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan signifikan akibat dua gempa di Tahuna tersebut. Tim pemantau BMKG terus memperbarui data aktivitas kegempaan di wilayah Indonesia Timur.