Pencarian

Prabowo Buka Suara soal Undangan 17 Dubes di Tengah Kritik Frekuensi Kunjungan ke Luar Negeri

Rabu, 10 Juni 2026 • 20:35:31 WIB
Prabowo Buka Suara soal Undangan 17 Dubes di Tengah Kritik Frekuensi Kunjungan ke Luar Negeri
Prabowo menerima undangan dari 17 duta besar negara sahabat dalam beberapa hari terakhir.

SULAWESI BARAT — Dalam pidato di pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6), Prabowo merinci undangan yang diterimanya. "Saya menerima berapa, 18 [17] duta besar. Hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan perdana menteri masing-masing. 'Kami berharap Presiden Indonesia bisa berkunjung ke negara kami'," ujar dia.

Prabowo menggambarkan beban perjalanan yang harus dihadapinya. "Bayangkan 18 negara itu, terbangnya sudah klenger aku," katanya.

Daftar 17 Dubes yang Serahkan Surat Kepercayaan

Prabowo menerima surat kepercayaan dari 17 duta besar negara sahabat dalam beberapa hari terakhir. Mereka berasal dari Guatemala, Qatar, Kenya, Fiji, Maroko, Portugal, Panama, Korea Utara, Mozambik, Sri Lanka, Filipina, Korea Selatan, Republik Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan Saint Lucia.

Prosesi penerimaan surat kepercayaan dilakukan secara bertahap. Pada satu hari, Prabowo menerima duta besar dari Sri Lanka, Filipina, Korea Selatan, Republik Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan Saint Lucia. Sehari sebelumnya, giliran duta besar dari Guatemala, Qatar, Kenya, Fiji, Maroko, Portugal, Panama, Korea Utara, dan Mozambik yang menyerahkan surat kepercayaan.

Dasar Politik Luar Negeri: Bebas Aktif dan Anti-Konfrontasi

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang dicari banyak mitra. "Indonesia dicari karena Indonesia tidak punya musuh," ungkap dia.

Ia menyatakan akan melanjutkan garis politik luar negeri bebas aktif yang sudah menjadi doktrin nasional. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," ujarnya.

Kritik Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal

Pernyataan Prabowo muncul setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal melontarkan kritik terbuka. Dino menilai frekuensi kunjungan luar negeri presiden tidak lazim dan di luar batas kewajaran.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri," ujar Dino dalam pernyataannya.

Dino mendesak Prabowo untuk secara signifikan mengurangi frekuensi perjalanan dinas dan tidak menganggap remeh suara publik terkait hal tersebut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang memburuk.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks