MAMUJU — Sektor jasa lainnya di Sulawesi Barat menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan dalam setahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir mencapai 2,93 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan lima kuartal terakhir yang sebesar 2,83 persen, dan jauh di atas rata-rata seluruh periode observasi sejak 2010 yang hanya 1,60 persen.
Data BPS yang dirilis per akhir Juni 2025 menunjukkan nilai PDRB ADHK sektor ini sebesar Rp 204,3 miliar. Angka tersebut menempatkan Sulawesi Barat di peringkat ke-5 di Pulau Sulawesi dan peringkat ke-26 secara nasional. Peringkat nasional ini membaik dari posisi ke-28 pada tahun 2010.
Pola Musiman: Turun di Akhir Tahun, Melonjak di Awal Tahun
Fluktuasi nilai pada tiga kuartal terakhir menunjukkan pola yang konsisten sejak 2022. Setiap akhir tahun, nilai sektor ini mengalami penurunan, lalu diikuti kenaikan signifikan pada kuartal pertama tahun berikutnya. Pada kuartal kedua, terjadi penurunan sedikit dengan rentang 4 persen hingga 8 persen setiap tahunnya.
Pada kuartal I 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan 9,34 persen. Namun pada kuartal II 2025, nilainya turun 7,87 persen dibanding kuartal sebelumnya, menjadi Rp 204,3 miliar. Pola ini menjadi sinyal bagi pemangku kepentingan untuk mengantisipasi pelemahan di pertengahan tahun.
Dibandingkan dengan Provinsi Tetangga
Satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang masuk dalam daftar perbandingan adalah Sulawesi Tengah, dengan nilai Rp 263,04 miliar pada periode yang sama. Nilai tersebut 22,3 persen lebih tinggi dari capaian Sulawesi Barat. Namun, rata-rata pertumbuhan tiga kuartal terakhir Sulawesi Barat lebih unggul 0,34 poin persen dibanding Sulawesi Tengah.
Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-4 di Pulau Sulawesi dan peringkat ke-25 nasional, hanya satu tingkat di atas Sulawesi Barat.
Peringkat Nasional: Masih di Bawah Papua dan Kalimantan Tengah
Secara nasional, sektor jasa lainnya Sulawesi Barat masih tertinggal dari beberapa provinsi lain. Kalimantan Tengah menempati peringkat ke-23 nasional dengan nilai Rp 307,45 miliar, atau 50,5 persen lebih besar dari Sulawesi Barat. Papua berada di peringkat ke-24 dengan nilai Rp 280,18 miliar, sementara Kepulauan Riau di peringkat ke-27 dengan nilai Rp 164,54 miliar.
Meskipun demikian, pertumbuhan Sulawesi Barat lebih stabil dibanding Papua yang hampir stagnan (minus 0,04 persen) pada kuartal terakhir. Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan tertinggi (9,72 persen) di antara semua wilayah perbandingan, namun nilai absolutnya masih 19,5 persen lebih rendah dari Sulawesi Barat.
Sejak 2010: Tren Naik Konsisten, Nilai Melonjak 145 Persen
Sepanjang 62 periode observasi sejak Maret 2010, sektor jasa lainnya di Sulawesi Barat menunjukkan tren naik yang konsisten. Total peningkatan mencapai 145,26 persen dari data pertama sebesar Rp 80,22 miliar pada Desember 2010. Puncak tertinggi terjadi pada Desember 2024 sebesar Rp 206,63 miliar.
Kinerja ini menempatkan Sulawesi Barat sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan sektor jasa lainnya yang stabil di kawasan timur Indonesia. Dalam lima kuartal terakhir, tidak terjadi perubahan peringkat baik di tingkat pulau maupun nasional, dengan nilai selalu berada di atas rata-rata seluruh periode historis.