MAJENE — Lahan produktif di lingkungan Rutan Majene kembali membuahkan hasil. Sebanyak 60 kilogram tomat dan semangka berhasil dipanen dari area SAE yang dikelola oleh petugas dan warga binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Barat, Ramdani Boy, memberikan apresiasi langsung atas konsistensi pengelolaan lahan tersebut. Ia menilai program pertanian di Rutan Majene tidak hanya produktif, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi sosial yang efektif bagi warga binaan.
"Saya mengapresiasi jajaran Rutan Majene yang mampu mengelola lahan SAE secara optimal sehingga memberikan hasil yang bermanfaat. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan karena tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang efektif," ujar Ramdani Boy saat berada di lokasi.
Bekal Keterampilan untuk Warga Binaan
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran dan warga binaan. Ia menekankan bahwa sektor pertanian menjadi media pembelajaran yang nyata.
"Panen ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian yang dilaksanakan melalui sektor pertanian dapat memberikan hasil yang nyata. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana," kata Christy.
Salah satu warga binaan yang terlibat, Ahmad, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari proses bertani. Ia menyebut kegiatan ini memberinya bekal berharga untuk kembali ke masyarakat.
"Melalui kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru tentang cara menanam, merawat, hingga memanen tanaman dengan baik. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang nantinya bisa saya gunakan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," tuturnya.
Penanaman Bibit Alpukat untuk Jangka Panjang
Setelah proses panen, rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman bibit alpukat. Kakanwil Ditjenpas bersama Kepala Rutan dan jajaran melakukan penanaman secara simbolis di lahan SAE yang sama.
Bibit alpukat tersebut ditargetkan menjadi komoditas unggulan perkebunan di Rutan Majene. Ke depannya, hasil panen buah alpukat diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi program pembinaan.
Rutan Majene berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan SAE. Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan akan diperkuat sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap program Pemasyarakatan yang berdampak serta ketahanan pangan yang berkelanjutan di Sulawesi Barat.