SULAWESI BARAT — Hasil survei Poltracking Indonesia yang dirilis Kamis (4/6/2026) menunjukkan mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Hanya 23,2 persen responden mengaku kurang puas, sementara 1,95 persen menyatakan sangat tidak puas.
Program MBG dan Bantuan Tepat Sasaran Jadi Pendorong Kepuasan
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan dua alasan utama di balik tingginya angka kepuasan. Pertama, program bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran—mencatat 14 persen dari total responden. Kedua, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menempati posisi kedua dengan 13,8 persen.
"Alasan kenapa tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah Prabowo Gibran. Pertama ada bantuan pemerintah dianggap tepat sasaran ada di angka 14%, ini menggeser program di survei lalu program MBG program yang sangat populer," ujar Masduri dalam rilis daring.
Kepemimpinan Tegas dan Stabilitas Ekonomi Ikut Berkontribusi
Faktor lain yang turut mendongkrak kepuasan publik adalah persepsi terhadap gaya kepemimpinan Prabowo yang dianggap tegas dan berwibawa. Stabilitas ekonomi juga disebut sebagai alasan sejumlah responden merasa puas dengan kinerja pemerintah saat ini.
Meski demikian, masih ada 25,1 persen responden yang menyatakan ketidakpuasan. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seperempat publik masih menunggu perbaikan di sektor-sektor tertentu yang belum tersentuh optimal.
Metodologi Survei: Tatap Muka, Toleransi Kesalahan 2,9 Persen
Poltracking Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Margin of error survei ini berada di angka +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, selisih hasil survei terhadap populasi riil tidak lebih dari 2,9 poin persentase.
Survei ini menjadi salah satu rujukan awal untuk mengukur persepsi publik terhadap pemerintahan yang baru berjalan beberapa bulan. Data ini kerap digunakan sebagai bahan evaluasi kebijakan oleh kementerian dan lembaga terkait.