Pencarian

CEO Lamborghini Sebut Pasar Belum Siap untuk Supercar Listrik, Sindir Peluncuran Ferrari Luce EV

Jumat, 29 Mei 2026 • 23:46:18 WIB
CEO Lamborghini Sebut Pasar Belum Siap untuk Supercar Listrik, Sindir Peluncuran Ferrari Luce EV
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menyatakan pasar supercar listrik belum siap dan memilih strategi plug-in hybrid.

SULAWESI BARAT — Gelombang kritik terhadap Ferrari Luce EV, mobil listrik pertama dari pabrikan asal Maranello, turut menjadi perhatian rival abadinya. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, secara terang-terangan menyebut strategi perusahaannya yang memilih jalur plug-in hybrid (PHEV) ketimbang full electric merupakan keputusan paling masuk akal untuk segmen supercar saat ini.

"Kami tidak bicara mengenai kompetitor kami secara langsung, tapi setiap orang punya strategi masing-masing," ujar Winkelmann, dikutip dari CNBC dan Carscoops, Jumat (29/5). "Keputusan kami beralih dari mesin konvensional ke plug-in hybrid adalah langkah penting dan sejauh ini berhasil."

Kurva Penerimaan Pasar yang Landai

Winkelmann mengungkapkan, pengamatan pihaknya menunjukkan kurva penerimaan mobil listrik untuk tipe konsumen Lamborghini tidak mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya, memaksakan inovasi tanpa kesiapan pasar adalah risiko besar yang tidak perlu diambil.

"Dengan mengamati pasar, kami melihat kurva penerimaan mobil listrik untuk tipe konsumen kami tidak mengalami peningkatan. Karena itu, kami memutuskan menjauh dari mobil listrik penuh dan beralih ke plug-in hybrid," kata dia. Konsumen Lamborghini, lanjutnya, masih mendambakan sensasi khas mesin pembakaran internal yang dipadukan teknologi elektrifikasi ringan lewat sistem hybrid.

Desain Jony Ive yang Kontroversial

Kritik pedas yang diterima Ferrari Luce EV tak hanya soal pilihan teknologi, tetapi juga desain. Mobil yang dirancang mantan desainer Apple, Jony Ive, hadir dengan pendekatan minimalis ekstrem: interior serba layar dan eksterior membulat yang dinilai banyak pihak terlalu jauh meninggalkan identitas 'Il Cavallino Rampante'.

Reaksi negatif tersebut bahkan berdampak langsung ke performa saham Ferrari di bursa Milan. Nilai saham pabrikan berlogo kuda jingkrak itu sempat anjlok sekitar 8 persen setelah peluncuran resmi. Sejumlah analis menyebut penurunan itu dipicu oleh "design hate" alias ketidaksukaan publik terhadap tampilan Luce EV.

Kritik dari Dalam Negeri Italia

Kritik keras juga datang dari tokoh-tokoh penting Italia. Mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo, hingga Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini ikut angkat bicara. Mereka menilai mobil listrik tersebut kehilangan ruh Ferrari yang selama ini identik dengan mesin buas dan desain yang emosional.

Winkelmann mengingatkan, inovasi memang penting bagi industri otomotif. Namun, inovasi tak boleh dipaksakan jika pasar belum benar-benar siap menerimanya. "Dengan mengamati pasar, kami melihat kurva penerimaan mobil listrik untuk tipe konsumen kami tidak mengalami peningkatan," tegasnya lagi.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks