MAMUJU — Integrasi data stunting lintas sektoral menjadi strategi utama KominfoSS Sulbar dalam menyongsong Program Pastipadu 2026. Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyebut penyatuan data dari berbagai lini merupakan kunci agar intervensi di lapangan tepat sasaran.
“Integrasi data dari SIGA, BKKBN, hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing,” tegas Ridwan dalam keterangan yang diterima di Mamuju, baru-baru ini.
Data dari Lima Sektor Disatukan
Lima basis data yang akan diintegrasikan meliputi Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data BKKBN, Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kemenkes. Semua data itu akan digabung dalam satu dashboard dan aplikasi intervensi khusus.
Ridwan menambahkan, melalui satu data yang terintegrasi, pemerintah bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan. “Benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
120 Mitra Media Online Dikerahkan untuk Edukasi
Selain penguatan sistem data, Kominfo Sulbar juga menggencarkan strategi komunikasi publik. Selama lima bulan terakhir, Diskominfo memproduksi infografis dan konten edukasi kreatif yang disebar melalui media sosial dan media massa.
Langkah ini diperkuat oleh dukungan sekitar 120 mitra media online yang tersebar di lingkup Pemprov Sulbar. Lewat jaringan itu, Diskominfo membangun narasi bersama untuk mengedukasi publik soal penanganan stunting secara serentak di enam kabupaten.
Tindak Lanjut Arahan Gubernur Suhardi Duka
Program integrasi data ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Gubernur mendorong agar penanganan stunting tidak lagi berjalan parsial, melainkan terpadu lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dengan integrasi data dan penguatan komunikasi publik, Pemprov Sulbar berharap angka stunting di Bumi Manakarra bisa ditekan secara signifikan hingga 2026. Dashboard dan aplikasi intervensi akan menjadi alat utama pemantauan di lapangan.