MAMUJU — RS Bhayangkara Polda Sulbar menjadi tuan rumah FGD yang digelar Jumat, 8 Mei 2026. Tema yang diangkat adalah “Penguatan Fungsi PIC FKRTL dalam Pemberian Pelayanan, Informasi, dan Penanganan Pengaduan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh DKPPKB Sulbar, BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Mamuju.
Setiap keluhan yang disampaikan masyarakat dibahas secara terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua masukan dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan, khususnya di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan.
Mengapa FGD Ini Penting bagi Peserta JKN?
Perwakilan RS Bhayangkara Polda Sulbar menegaskan bahwa penanganan pengaduan secara cepat, terbuka, dan solutif menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat. “FGD ini menjadi ruang refleksi dan perbaikan bersama. Setiap keluhan yang disampaikan masyarakat akan menjadi dasar untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, aman, dan berkualitas,” ujarnya.
Kehadiran DKPPKB Sulbar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal mutu pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Quick Wins Sulbar Sehat yang digagas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk menghadirkan layanan kesehatan yang cepat dan responsif.
Langkah Konkret ke Depan
BPJS Kesehatan Cabang Mamuju yang diwakili Kepala Bidang Mutu, Hardi, bersama tim turut serta dalam diskusi. Dari sisi Dinas Kesehatan, hadir Faisal (Provinsi) dan Rahman (Kabupaten Mamuju). Sinergi lintas sektor ini diharapkan membuat pelayanan JKN di Sulawesi Barat semakin optimal, berorientasi pada keselamatan pasien, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Melalui forum ini, setiap masukan dari pasien dan keluarga tidak hanya dicatat, tetapi langsung dijadikan dasar perbaikan. Tidak ada ruang untuk pembiaran keluhan yang berlarut-larut.