Pencarian

LPEM FEB UI Proyeksi BI Tahan Suku Bunga di 5,75% pada RDG Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 • 09:19:32 WIB
LPEM FEB UI Proyeksi BI Tahan Suku Bunga di 5,75% pada RDG Oktober 2026
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menyampaikan proyeksi suku bunga acuan Bank Indonesia dalam keterangan resmi, Rabu (21/10/2026).

SULAWESI BARAT — Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur periode 20–21 Oktober 2026. Proyeksi itu muncul di tengah tekanan terhadap rupiah dan risiko arus modal keluar, dengan bank sentral diprediksi mengutamakan stabilisasi kurs ketimbang menaikkan bunga.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menyampaikan proyeksi tersebut secara resmi, Rabu (21/10/2026). Menurut dia, Bank Indonesia akan menahan Suku Bunga BI di level 5,75 persen pada RDG Oktober 2026, sambil tetap bersiap merespons jika tekanan terhadap rupiah semakin meningkat.

Proyeksi ini menempatkan stabilitas rupiah sebagai prioritas utama kebijakan moneter, di atas dorongan untuk mengerek suku bunga demi meredam depresiasi. Keputusan RDG dua hari itu akan jadi penentu arah biaya dana perbankan dan imbal hasil surat utang hingga akhir tahun.

Tekanan Rupiah dan Arus Modal Keluar Jadi Pertimbangan Utama

Riefky menjelaskan, bank sentral menghadapi tekanan terhadap mata uang Garuda sekaligus risiko capital outflow. Dalam kondisi itu, langkah stabilisasi kurs dinilai lebih mendesak dibanding pengetatan moneter lanjutan.

Pengetatan memang bisa membantu menahan depresiasi rupiah. Namun dampaknya tidak gratis: biaya pinjaman naik, dan itu merambat ke sektor riil.

Dilema BI: Jaga Kurs atau Lindungi Daya Beli

Riefky menilai Bank Indonesia berada dalam situasi dilematis akibat kombinasi tekanan eksternal dan pergerakan inflasi domestik. Di satu sisi, pengetatan kebijakan moneter lanjutan dapat membantu menahan pelemahan rupiah.

Di sisi lain, menaikkan suku bunga berisiko menekan daya beli serta permintaan masyarakat di dalam negeri. Dua kepentingan itu tarik-menarik dalam ruang kebijakan yang sempit.

"Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan Suku Bunga BI di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur Oktober 2026, sambil tetap bersiap untuk merespons jika tekanan terhadap Rupiah semakin meningkat," ujar Riefky.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha

Jika proyeksi LPEM FEB UI terealisasi, bunga kredit perbankan berpeluang bertahan di level sekarang. Bagi investor obligasi, imbal hasil surat berharga negara cenderung stabil selama pasar membaca sinyal BI sebagai penjaga kurs, bukan pengetat likuiditas.

Pelaku usaha yang bergantung pada barang impor tetap perlu mencermati pergerakan rupiah. Pelemahan kurs bisa menaikkan biaya bahan baku meski bunga acuan tidak berubah.

Perhatian pasar kini tertuju pada pernyataan Gubernur BI seusai RDG 20–21 Oktober 2026. Sinyal soal ruang penurunan bunga di sisa tahun ini, atau justru opsi kenaikan jika rupiah makin tertekan, akan menentukan arah pasar keuangan domestik.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks