SULAWESI BARAT — Suzuki e Vitara mencatat akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,1 detik saat diuji di jalanan Indonesia, modal awal yang cukup untuk SUV listrik pertama pabrikan berlambang S itu. Di balik desain bergaya Eropa dan kabin premium, suspensi belakang yang terasa kaku serta proteksi overheat di tanjakan ekstrem menjadi catatan tersendiri. Dengan harga sekitar Rp 750 juta, e Vitara lebih menyasar pembeli yang mencari karakter berkendara khas ketimbang volume penjualan massal.
Pengujian Suzuki e Vitara dilakukan tim Moladin dengan menelusuri sejumlah aspek, mulai dari akselerasi, kemampuan tanjakan, kenyamanan suspensi, tingkat kebisingan kabin, hingga akomodasi penumpang. Hasilnya memberi gambaran utuh soal karakter mobil listrik pertama Suzuki yang dipasarkan di Indonesia.
Akselerasi 0-100 km/jam Tuntas dalam 9,1 Detik
Dari sisi performa, e Vitara menuntaskan sprint 0-100 km/jam dalam 9,1 detik. Angka itu bukan yang tercepat di kelas EV, tetapi tenaga yang disalurkan terasa responsif untuk kebutuhan harian.
Mobil ini memakai penggerak roda depan (front wheel drive) tanpa gejala torque steer yang mengganggu. Pengendaliannya tetap terasa natural, terutama saat bermanuver di kecepatan rendah maupun menengah.
Sistem Proteksi Overheat Aktif di Tanjakan Ekstrem
Catatan muncul saat e Vitara dipaksa melakukan stop and go di tanjakan curam. Sistem EV membatasi tenaga secara preventif untuk mencegah motor listrik overheat, ditandai munculnya indikator kura-kura di panel instrumen.
Pengulas menyarankan pengemudi menjaga momentum agar performa tetap optimal saat menghadapi tanjakan panjang. Pendekatan ini wajar sebagai perlindungan komponen, bukan gangguan permanen.
Desain Eksterior Bergaya Eropa, Interior Lebih Premium
e Vitara tampil berbeda dari line-up Suzuki konvensional. Garis desainnya padat dan maskulin, memancarkan aura SUV Eropa yang kental.
Kabinnya naik kelas. Layar infotainment interaktif dengan visualisasi grafis intuitif memudahkan pengaturan fitur seperti adaptive high beam dan ADAS. Integrasi sistemnya jauh lebih rapi dibanding model Suzuki sebelumnya yang kerap mengandalkan head unit pihak ketiga.
Suspensi Belakang Terasa Kaku, Road Noise 65,5 Desibel
Suspensi depan tergolong nyaman untuk pemakaian normal. Sayangnya, suspensi belakang terasa kurang balance saat melewati gundukan atau jalan rusak, bantingannya cenderung kaku dan memantul.
Tingkat kebisingan kabin tercatat 65,5 desibel saat melaju 30-35 km/jam. Artinya, suara ban masih terdengar cukup jelas di dalam kabin.
Kabin Lega, Bagasi 303 Liter dengan Ban Cadangan Full-Size
Kabin e Vitara cukup lega untuk lima penumpang. Kursi baris kedua punya fitur sliding yang fleksibel, menambah kenyamanan penumpang belakang.
Kapasitas bagasi 303 liter tergolong kecil untuk ukuran SUV. Sebagai penyeimbang, kehadiran ban cadangan full-size menjadi nilai tambah yang jarang ditemui pada mobil listrik modern.
Harga Rp 750 Jutaan, Sasar Segmen Spesifik
Dengan banderol di kisaran Rp 750 juta, e Vitara bukan mobil yang ditargetkan untuk pasar massal. Suzuki memposisikannya bagi segmen spesifik atau kolektor yang menginginkan kendaraan listrik dengan feel berkendara unik, desain Eropa, dan status kelangkaan di jalanan.
Secara keseluruhan, e Vitara membuktikan Suzuki mampu membangun mobil listrik berkualitas dengan fitur canggih. Sejumlah catatan teknis tetap ada, tetapi kehadirannya menandai langkah penting pabrikan dalam era elektrifikasi di Indonesia.