MAMUJU — Patroli malam yang digelar personel Polantas Polda Sulawesi Barat menyasar titik-titik rawan dan persimpangan jalan di sepanjang jalur provinsi. Kegiatan itu berlangsung saat lampu kota mulai menyala dan warga menempuh perjalanan pulang ke rumah.
Menjaga malam agar tetap aman, tertib, dan damai disebut sebagai salah satu prioritas utama Ditlantas Polda Sulbar. Tujuannya menjamin keselamatan setiap pengendara yang melintas di jalan provinsi.
Petugas Turun Langsung, Bukan Sekadar Berkeliling
Patroli malam itu bukan sekadar berkeliling atau mengawasi dari kejauhan. Para personel turun langsung, menyapa, dan bertegur sapa dengan warga yang dijumpai di jalan.
Dengan senyum dan sapaan hangat, petugas menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas. Mereka juga mendengarkan apa yang dirasakan masyarakat di sepanjang rute patroli.
Komunikasi yang terjalin terasa lebih dekat dan akrab. Himbauan yang disampaikan bukan sekadar kata-kata, melainkan nasihat yang dipahami dan dibawa pulang oleh warga.
Dulu Canggung, Kini Merasa Diperhatikan
Salah satu warga mengungkapkan perubahan yang dirasakannya saat bertemu petugas di jalan.
"Dulu kami canggung kalau ada petugas, segan dan ragu untuk menyapa. Sekarang berbeda, komunikasi terasa lebih lepas, lebih hangat, lebih menyentuh hati. Kami merasa bukan sekadar dijaga, melainkan diperhatikan," ujarnya.
Perubahan cara pendekatan itu membuat malam yang panjang tidak lagi terasa menakutkan bagi warga. Di setiap ruas jalan, polantas disebut tak pernah lelah menyapa, mengingatkan, dan menjaga.
Yang Dijaga Bukan Hanya Arus Kendaraan
Fokus patroli malam ini mencakup titik rawan dan persimpangan yang menjadi jalur utama warga Mamuju. Kehadiran petugas di lokasi itu menjadi penenang yang diandalkan saat kegelapan menyelimuti perjalanan pulang.
Pesan keselamatan berlalu lintas tetap menjadi bagian dari setiap sapaan. Namun cara penyampaiannya membuat warga lebih terbuka menerima himbauan tersebut.
Ditlantas Polda Sulbar menjalankan kegiatan ini tanpa henti sebagai bagian dari upaya menjaga rasa aman di jalan provinsi. Pendekatan humanis dipilih agar pesan tertib berlalu lintas sampai ke warga, bukan hanya jadi rutinitas pengawasan.