Pencarian

Bunda PAUD Banjarbaru Pantau Tumbuh Kembang Anak di KB Cita Anak Bangsa

Senin, 21 September 2026 • 09:21:01 WIB
Bunda PAUD Banjarbaru Pantau Tumbuh Kembang Anak di KB Cita Anak Bangsa
Bunda PAUD Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meninjau pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak di KB Cita Anak Bangsa, Kecamatan Cempaka.

SULAWESI BARAT — Wali Kota Banjarbaru yang juga Bunda PAUD, Erna Lisa Halaby, meninjau langsung pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak di KB Cita Anak Bangsa, Kecamatan Cempaka. Dari kunjungan ini, ibu-ibu bisa melihat bagaimana pemantauan tumbuh kembang anak usia dini seharusnya dilakukan secara berkala, termasuk soal gizi dan ruang berekspresi.

Pertumbuhan anak usia dini tidak cukup dinilai dari raut wajah ceria saat bermain. Ada data yang perlu dicatat rapi: tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Tiga hal itu jadi alat deteksi dini paling sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk orang tua di rumah.

Erna Lisa Halaby menekankan hal serupa saat menyambangi Satuan Pendidikan Kelompok Belajar (KB) Cita Anak Bangsa di Jalan H. Mistar Cokrokusumo No. 21, Kecamatan Cempaka. Menurutnya, anak tumbuh sehat butuh lebih dari sekadar aktif bermain dan belajar.

"Pertumbuhan fisik, pemenuhan gizi, hingga ruang bagi anak untuk berekspresi perlu mendapat perhatian sejak usia dini," ujarnya.

Pengukuran Rutin, Cara Sederhana Deteksi Masalah

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Lisa meninjau langsung kegiatan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak. Data hasil pengukuran ini bukan sekadar catatan administratif.

Angka-angka itu jadi dasar untuk memantau perkembangan anak secara berkala. Kalau ada yang tidak sesuai kurva pertumbuhan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum masalah membesar.

Ibu di rumah pun bisa meniru kebiasaan ini. Catat hasil pengukuran tiap bulan di buku KIA atau aplikasi kesehatan, lalu bandingkan dengan standar pertumbuhan anak seusianya.

TK Bukan Tempat Pelajaran Langsung

Lisa juga menyoroti cara belajar di jenjang TK dan PAUD. Menurutnya, anak di usia ini tidak perlu diberi pelajaran langsung seperti di sekolah dasar.

"Ulun berharap di jenjang tingkat pendidikan TK ini tidak ada lagi pemberian pelajaran langsung diberikan, tetapi ini adalah tahap untuk memberikan anak bebas untuk berekspresi dulu. Buat mereka happy tapi tetap diawasi, dikontrol, dipantau," ujarnya.

Pesan ini relevan buat ibu yang kadang khawatir anaknya "tertinggal" karena belum bisa calistung. Faktanya, anak usia dini belajar paling efektif lewat bermain, bergerak, dan berinteraksi.

Guru dan Bangunan PAUD Juga Perlu Diperhatikan

Perlindungan anak tidak berdiri sendiri. Lisa menegaskan komitmennya memperhatikan para guru yang jadi bagian penting pendidikan usia dini.

Ia meminta setiap bangunan PAUD maupun TK yang butuh perbaikan atau renovasi segera didata. Tujuannya agar bisa masuk prioritas penanganan lebih lanjut.

Langkah ini penting karena lingkungan belajar yang aman dan nyaman berpengaruh langsung pada kualitas tumbuh kembang anak.

Kualitas Makanan Program MBG Jadi Sorotan

Lisa mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG untuk selalu menyajikan makanan dengan kualitas terbaik. Bahan, kebersihan, kandungan gizi, dan keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan.

"Saya mengimbau kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG agar senantiasa memberikan makanan dengan kualitas terbaik bagi anak-anak," tegasnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa program MBG hanya bersifat tambahan. Pemenuhan gizi utama tetap berasal dari keluarga melalui pola makan sehat dan seimbang.

"Selain pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga, ulun menekankan MBG ini juga merupakan program untuk menambahan pemenuhan gizi kepada anak-anak agar terhindar dari stunting," katanya.

Pesan untuk Anak: Rajin Makan Sayur dan Buah

Kepada anak-anak, Bunda Lisa menyelipkan pesan sederhana soal kebiasaan makan.

"Jangan lupa anak-anak harus rajin makan sayur dan buah ya, supaya tumbuh sehat, kuat dan makin pintar. Dan lebih penting agar anak-anak terhindar dari stunting," ungkapnya.

Pesan ini sejalan dengan rekomendasi gizi anak usia dini: sayur dan buah jadi sumber vitamin, mineral, dan serat yang mendukung daya tahan tubuh serta perkembangan otak.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Kunjungan Bunda PAUD ke KB Cita Anak Bangsa memberi gambaran konkret soal pemantauan tumbuh kembang. Ada tiga hal yang bisa ibu mulai dari rumah.

  • Ukur tinggi, berat, dan lingkar kepala anak secara rutin, lalu catat hasilnya.
  • Beri ruang anak berekspresi lewat bermain, bukan tekanan pelajaran langsung.
  • Pastikan asupan gizi seimbang, termasuk sayur dan buah setiap hari.

Kalau ada hasil pengukuran yang mencurigakan atau anak tampak lesu dan tidak nafsu makan dalam waktu lama, jangan ragu konsultasi ke posyandu atau dokter anak. Deteksi lebih awal selalu lebih baik.

Tumbuh kembang anak usia dini dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten. Pantau, catat, dan beri ruang anak untuk tumbuh dengan gembira.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: newsway.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks