MAMUJU — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Baobatu, Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berlangsung meriah dengan hadirnya tradisi pohon telur. Hiasan khas berupa telur yang dihias dan digantung pada ranting pohon pisang ini menjadi daya tarik utama sekaligus media doa bagi warga setempat.
Tradisi yang dikenal pula dengan sebutan endog-endogan ini bukan sekadar hiasan semata. Di balik warna-warni kertas dan pita yang membungkus telur, tersimpan makna filosofis yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Jawa, Bali, hingga Sulawesi.
Simbol Kehidupan Baru dan Keesaan Allah
Dalam peringatan Maulid, telur dimaknai sebagai lambang kesuburan dan awal mula kehidupan. Bentuknya yang bulat tanpa ujung pangkal juga diyakini warga sebagai simbol keesaan Allah SWT, sementara proses menghiasnya mencerminkan kegembiraan umat muslim menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Bagi kami, membuat pohon telur bukan sekadar hiasan, tapi bentuk rasa cinta dan sukacita,” ujar salah satu ketua kelompok perempuan di RT 02, Dusun Baobatu, Desa Bambu, saat sibuk merangkai telur, Selasa (25/7/2026).
Setiap Telur adalah Doa untuk Keberkahan Keluarga
“Setiap telur yang kami hias adalah doa agar keluarga dan masyarakat diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelancaran rezeki, sebagaimana makna kehidupan baru yang dibawa oleh ajaran Rasulullah,” sambungnya.
Di sejumlah daerah, pohon telur kerap dibuat menjulang hingga beberapa meter dengan ribuan telur berwarna yang berkilau terkena sinar matahari. Di Dusun Baobatu, setelah prosesi pembacaan sholawat dan dzikir usai, momen yang paling dinanti warga adalah berebut telur hias tersebut.
Media Dakwah yang Mempererat Silaturahmi
Keberadaan tradisi ini dinilai membuktikan bahwa nilai spiritualitas Islam dapat berpadu harmonis dengan kearifan lokal. Pohon telur menjadi media dakwah yang lembut, menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan.
Kegiatan gotong royong menghias dan membagikan telur ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Melalui keindahan visual dan kedalaman maknanya, pohon telur tetap lestari sebagai identitas perayaan Maulid yang penuh kehangatan dan kebersamaan di Sulawesi Barat.