Pencarian

Inflasi Oktober 2026 Naik ke 3,23%, Mendekati Batas Atas Sasaran BI

Senin, 02 November 2026 • 11:50:02 WIB
Inflasi Oktober 2026 Naik ke 3,23%, Mendekati Batas Atas Sasaran BI
Inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 tercatat 3,23 persen, mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia sebesar 3,5 persen.

SULAWESI BARAT — Inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23%, lebih tinggi dari 2,86% pada periode yang sama tahun lalu dan kian mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia sebesar 3,5%. Badan Pusat Statistik mencatat kenaikan bulanan 0,22% pada Oktober 2026, dengan cabai merah menjadi penyumbang tunggal terbesar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan angka tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/11/2026). Secara bulanan, inflasi Oktober 2026 tercatat 0,22%, sementara inflasi tahun kalender baru mencapai 2,40%.

Posisi 3,23% membuat ruang gerak Bank Indonesia makin sempit. Sasaran inflasi yang ditetapkan BI adalah 2,5% ± 1%, artinya batas atas berada di 3,5%. Jarak inflasi tahunan terhadap plafon itu tinggal 0,27 poin persentase.

Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Bulanan

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil 0,15% terhadap inflasi bulanan Oktober dengan tingkat inflasi kelompok 0,51%. Tiga komoditas pangan mendominasi.

  • Cabai merah: andil inflasi 0,13%
  • Cabai rawit: andil inflasi 0,05%
  • Tomat: andil inflasi 0,04%
  • Sawi hijau, labu siam, dan sawi putih: masing-masing 0,01%

"Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen, cabai rawit dengan andil inflasi 0,05 persen, tomat dengan andil inflasi 0,04 persen," ujar Ateng.

Harga Bergejolak Naik 0,77% pada Oktober

Dari sisi komponen, kelompok harga bergejolak atau volatile food mengalami inflasi 0,77% dengan andil 0,13%. Komponen inti naik 0,12% dengan andil 0,07%, sedangkan harga yang diatur pemerintah naik 0,09% dengan andil 0,02%.

Pola berbeda terlihat pada hitungan tahunan. Inflasi inti memberi andil terbesar, yakni 1,64%, disusul harga bergejolak 0,96% dan harga diatur pemerintah 0,63%.

Menurut kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama dengan andil 1,40%. Transportasi menyusul di 0,59%, lalu perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,32%.

Sulawesi Utara Tercatat 8,07%, Tertinggi Nasional

Seluruh provinsi mengalami inflasi tahunan pada Oktober 2026. Sulawesi Utara mencatat angka tertinggi 8,07%, jauh di atas rata-rata nasional. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan inflasi terendah, 2,52%.

Bagi investor obligasi, angka 3,23% menjadi sinyal bahwa ruang penurunan suku bunga acuan kian terbatas. Imbal hasil Surat Berharga Negara tenor pendek berpotensi tertahan selama inflasi pangan belum mereda. Pelaku usaha di sektor ritel dan kuliner perlu mencermati lonjakan harga cabai yang langsung menekan biaya bahan baku.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartaekonomi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks