MAJENE — Camat Malunda, Muslimin, menyebut angka 94 rumah terdampak itu merupakan data terbaru yang dihimpun setelah pendataan ulang pascakejadian. Kerusakan tersebar di dua kelurahan dan tiga desa, dengan sebaran terbanyak di Kelurahan Malunda.
"Ini data fix terbaru. Jumlah terdampak 94 (rumah)," kata Muslimin dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Sebaran Kerusakan: 63 Rumah di Kelurahan Malunda
Kelurahan Malunda mencatat 63 rumah terdampak, disusul Kelurahan Lamungan Batu dengan 9 rumah. Di wilayah desa, Desa Kayuangin mencatat 8 rumah, Desa Lombong Timur 13 rumah, dan Desa Lombong 1 rumah.
Dari total tersebut, 24 rumah mengalami rusak berat dengan kondisi atap terlepas. Muslimin merinci tingkat kerusakan lainnya: 46 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak sedang.
"Tingkat kerusakan, rusak ringan 46 (rumah), rusak sedang 24 dan rusak berat 24," terangnya.
Warga Rusak Berat Mengungsi ke Rumah Tetangga
Warga yang rumahnya rusak berat belum bisa kembali menempati hunian masing-masing. Mereka sementara mengungsi ke rumah tetangga di sekitar lokasi.
"(warga mengungsi) ke rumah tetangga. Semua ke tetangga masing-masing di samping rumah dan saling membantu satu sama lainnya," ujar Muslimin.
Warga di lokasi bergotong royong memperbaiki rumah terdampak. Bantuan dari Bupati Majene, BPBD, dan Dinas Sosial sudah turun ke lokasi yang sebelumnya dicek langsung oleh tim gabungan.
Atap Terlepas, Warga Tak Bisa Menempati Rumah Saat Hujan
Angin kencang dan hujan lebat melanda wilayah Majene pada Sabtu (31/10) sore. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah warga.
"Beberapa rumah warga mengalami kerusakan terutama bagian atap yang terlepas dan rusak ringan hingga berat, sehingga warga tidak dapat menempati rumah dengan aman saat hujan turun," kata Muslimin dalam keterangan sehari sebelumnya.
Pendataan lanjutan masih berjalan untuk memastikan jumlah pasti rumah terdampak di luar Kecamatan Malunda. Warga terdampak menunggu perbaikan atap sebelum musim hujan berlanjut.