MAMUJU TENGAH — Wakil Bupati Askary membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mengingatkan kembali tonggak sejarah 98 tahun silam. Pada 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara bersatu di Jakarta dan mengikrarkan janji persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah dan unsur pemuda setempat. Askary menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemuda Mamuju Tengah yang hadir dalam peringatan tersebut.
Idealisme Pemuda Dinilai Jadi Motor Kemajuan Daerah
Di tengah kompleksitas tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun daerah, Askary menilai kehadiran pemuda sangat krusial di berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, idealisme, pengetahuan, dan semangat luar biasa yang dimiliki pemuda adalah motor penggerak kemajuan daerah.
"Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Semoga pemuda kita tetap berjiwa patriotik dan menjadi generasi penerus bangsa dan negara yang kita cintai," ujar Askary.
Ia menegaskan pemuda harus menjadi garda terdepan yang berkarakter, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Bekal itu dinilai penting agar generasi muda mampu melanjutkan perjuangan bangsa.
Pemkab Buka Ruang Partisipasi Pemuda dari Perencanaan hingga Pelaksanaan
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Mamuju Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi aktif pemuda dalam memajukan daerah. Ruang tersebut diberikan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Kebijakan itu menyasar penanganan berbagai permasalahan sosial di tingkat kabupaten. Pemuda dilibatkan bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaksana program di lapangan.
"Pemuda harus menjadi garda terdepan yang berkarakter, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu melanjutkan perjuangan bangsa," tegasnya.
Menutup amanatnya, Wabup Askary berpesan agar pemuda Mamuju Tengah terus berkontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara. Ilmu pengetahuan, teknologi, serta moral yang mulia disebutnya sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman.