Pencarian

Arti Angka dan Huruf "W" pada Oli Mesin, Ini Penjelasan Lengkapnya

Minggu, 25 Oktober 2026 • 19:20:31 WIB
Arti Angka dan Huruf
Kode seperti 10W-40 pada kemasan oli mesin merupakan sistem rating viskositas yang ditetapkan SAE.

SULAWESI BARAT — Kode seperti 10W-40 pada kemasan oli mesin bukan sekadar label dagang, melainkan sistem rating viskositas yang diatur lembaga SAE. Huruf "W" di tengah kode menandakan kemampuan oli mengalir di suhu dingin, sementara angka di belakangnya menunjukkan kekentalan saat mesin panas. Memahami keduanya membantu pemilik kendaraan memilih oli yang sesuai spesifikasi pabrikan.

Produsen oli mencantumkan kombinasi huruf dan angka pada setiap kemasan, dan kombinasi itu mengikuti standar viskositas yang ditetapkan Society of Automotive Engineers (SAE). Standar SAE sendiri sudah dipakai industri pelumas sejak 1926, jauh sebelum mesin modern dengan toleransi rapat seperti sekarang. Karena itu, oli dari merek berbeda tetap bisa dipakai selama angka pada kemasan cocok dengan spesifikasi pabrikan kendaraan.

Huruf W Menandakan Performa di Suhu Dingin

Huruf "W" merupakan singkatan dari "winter", dan angka di depannya menunjukkan seberapa lancar oli mengalir saat suhu rendah. Oli dengan angka kecil sebelum W, misalnya 0 atau 5, mengalir lebih mudah dalam kondisi dingin dibanding oli berangka 10 atau lebih tinggi.

Kemampuan mengalir ini penting karena sebagian besar keausan mesin terjadi pada beberapa detik pertama setelah kunci kontak diputar. Saat itu, oli belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh komponen. Mesin modern dengan celah antarkomponen yang rapat umumnya lebih cocok memakai oli dengan rating W rendah untuk melindungi bagian dalam saat start.

Angka Kedua Menunjukkan Kekentalan Saat Mesin Panas

Angka setelah huruf W menggambarkan performa oli ketika mesin sudah mencapai suhu kerja. Semakin tinggi angkanya, semakin kental oli tersebut pada kondisi panas. Sistem dua angka ini lahir dari kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oli tunggal.

Pada masa awal mobil, oli dijual dengan sebutan ringan, sedang, atau berat. Setelah sistem angka SAE diadopsi, kemasan oli masih hanya mencantumkan satu angka, seperti SAE 30 atau SAE 40. Oli tunggal semacam itu kini lebih tepat untuk kendaraan dan mesin berusia sangat tua.

Lahirnya Oli Multigrade pada 1950-an

Insinyur menyadari oli encer memang bagus untuk melindungi mesin saat start, tetapi kurang efektif ketika mesin panas. Sebaliknya, oli kental bertahan saat panas namun menyulitkan sirkulasi di suhu dingin. Pengendara pun terpaksa berganti oli tebal ke oli encer saat musim dingin tiba, dan kompromi itu tetap tidak ideal.

Pemahaman tersebut mendorong penciptaan oli multigrade pada 1950-an. Oli jenis ini tetap encer di suhu dingin, tetapi mengandung polimer yang mencegahnya menjadi terlalu tipis saat panas. Dari sinilah muncul dua set angka pada kemasan: angka pertama untuk rating cuaca dingin, angka kedua untuk performa saat panas.

Oli Sintetis dan Interval Ganti yang Lebih Panjang

Perkembangan pelumas berlanjut dengan kehadiran oli sintetis dan semi-sintetis yang lebih terjangkau. Keduanya lebih tahan terhadap penurunan kualitas, memberi perlindungan lebih baik, dan memungkinkan interval penggantian oli lebih panjang. Meski begitu, sistem rating SAE tetap berlaku sama, dan angka yang lebih tinggi tetap berarti oli lebih kental.

Bagi pengendara di Indonesia yang tidak menghadapi musim dingin ekstrem, angka sebelum W tetap relevan untuk menjaga perlindungan saat start pagi. Yang terpenting, rating pada kemasan harus sesuai spesifikasi pabrikan di buku manual kendaraan. Salah memilih kekentalan bisa membuat mesin bekerja lebih berat atau justru kurang terlindungi.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: carscoops.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks