Pencarian

Farizon V8E Cargo Van Resmi Diproduksi di Indonesia, Blind Van Listrik ini Siap Lawan Gran Max dan APV

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 07:07:01 WIB
Farizon V8E Cargo Van Resmi Diproduksi di Indonesia, Blind Van Listrik ini Siap Lawan Gran Max dan APV
Farizon V8E Cargo Van resmi diproduksi di Indonesia sebagai kendaraan niaga listrik untuk pasar logistik dan UMKM.

SULAWESI BARAT — Produksi lokal Farizon V8E Cargo Van diumumkan pada Jumat (14/8/2026) di Jakarta. Langkah ini menegaskan komitmen pabrikan asal China tersebut untuk bersaing langsung di pasar kendaraan niaga Indonesia yang selama ini didominasi mesin konvensional.

Dengan status blind van, V8E dirancang khusus untuk kebutuhan angkutan barang. Target utamanya adalah perusahaan logistik, jasa kurir, hingga pelaku UMKM yang ingin menekan biaya operasional lewat tenaga listrik.

Blind Van Listrik dengan Fokus Kapasitas Angkut

Berbeda dari Gran Max dan APV yang mengusung mesin bensin maupun diesel, Farizon V8E mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utamanya. Konsekuensinya, kabin dan area kargo dirancang ulang untuk memaksimalkan ruang muat tanpa perlu mengakomodasi komponen mesin besar di bagian depan.

Keputusan Farizon memproduksi V8E secara lokal juga menjadi sinyal penting. Selain menghindari bea masuk kendaraan utuh, langkah ini memberi fleksibilitas harga yang lebih kompetitif di pasar Tanah Air.

  • Kargo blind van tertutup penuh dengan akses bukaan di bagian belakang
  • Dimensi kabin dirancang ergonomis untuk aktivitas bongkar muat harian
  • Konsep listrik murni tanpa pipa knalpot dan tangki bahan bakar

Pasar Kendaraan Niaga Listrik Mulai Bergairah

Masuknya Farizon V8E terjadi saat permintaan kendaraan komersial listrik di Indonesia mulai meningkat, seiring dorongan elektrifikasi armada dari berbagai operator logistik. Insentif pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai turut mempercepat perhitungan total cost of ownership dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran.

Gran Max dan APV selama ini menjadi pilihan utama berkat harga terjangkau dan jaringan servis luas. V8E menawarkan argumen berbeda: biaya energi per kilometer yang lebih rendah dan perawatan mesin yang lebih sederhana karena komponen bergeraknya jauh lebih sedikit.

Namun tantangan terbesar tetap pada infrastruktur pengisian daya yang belum merata, terutama untuk operasional antar kota. Farizon sendiri belum merinci skema pengisian atau dukungan purna jual yang disiapkan untuk pembeli korporasi.

Ketersediaan dan Langkah Berikutnya

Produksi lokal V8E di Indonesia merupakan langkah awal sebelum penjualan resmi ke konsumen dimulai. Detail spesifikasi teknis, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga banderol harga masih dirahasiakan dan baru akan diumumkan menjelang peluncuran pasar.

Yang jelas, persaingan di segmen blind van tak lagi hanya soal harga dan kapasitas mesin. Farizon datang membawa teknologi elektrifikasi yang memaksa pemain lama mempertimbangkan ulang strategi produk mereka untuk pasar Indonesia.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks