MAJENE — Panitia Sandeq Silumba 2026 menuntaskan rapat terakhir bersama para passandeq sebelum pelayaran dimulai. Fasilitas dan hak peserta, mulai dari pakaian hingga uang saku, sudah diserahkan seluruhnya. Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad, memastikan seluruh kebutuhan peserta telah disiapkan menjelang pelaksanaan.
"Hari ini, kita sudah melaksanakan rapat terakhir bersama Passandeq, dan alhamdulillah kita juga sudah membagikan fasilitas dan hak para peserta," ungkap Syamsul.
Rute Pelayaran: Start di Majene, Finis di Polewali Mandar
Kegiatan akan dibuka di Kabupaten Majene pada 26 September 2026 dan direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Sehari setelah pembukaan, 80 sandeq memulai pelayaran menuju Kabupaten Polewali Mandar.
Panitia membagi peserta dalam dua kali start, masing-masing 40 perahu. Start pertama dijadwalkan sekitar pukul 09.00 WITA.
"Insyaallah pak gubernur akan membuka langsung pelaksanaan Sandeq Silumba 2026," ujar Syamsul.
Antusiasme Passandeq Naik Meski Anggaran Terbatas
Peningkatan jumlah peserta menjadi perubahan utama pada pelaksanaan tahun ini. Kepala Bidang Industri, Investasi dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Abdi Yansya Hijrah, menyebut antusiasme passandeq terus tumbuh meski penyelenggaraan menghadapi keterbatasan anggaran.
"Tahun ini ada 80 perahu sandeq yang siap berlayar, sedangkan tahun lalu ada 50 perahu sandeq," kata Abdi.
Menurut Abdi, Sandeq Silumba kembali digelar setelah berbagai pihak berupaya mempertahankan agenda budaya tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, Dinas Pariwisata Kabupaten Majene, Dinas Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, serta Kementerian Pariwisata.
"Kami mengapresiasi teman-teman sahabat sandeq yang sudah maksimal dalam menjaga haritag sandeq ini, akhirnya tahun ini bisa kita laksanakan kembali," ujar Abdi Yansya.
Menjaga Tradisi Pelayaran Masyarakat Mandar
Pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pariwisata. Event ini juga dinilai menjaga keberlangsungan tradisi pelayaran sandeq yang melekat pada masyarakat Mandar.
"Semoga tahun ini kita dapat melaksanakan Sandeq Silumba secara maksimal dan berjalan dengan baik," tutup Abdi Yansya.