Pencarian

INET Caplok 60% Saham Sarana Global Indonesia Senilai Rp 280,4 Miliar

Kamis, 17 September 2026 • 14:22:02 WIB
INET Caplok 60% Saham Sarana Global Indonesia Senilai Rp 280,4 Miliar

SULAWESI BARATPT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) resmi menguasai 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) setelah menuntaskan akuisisi senilai Rp 280,4 miliar. Kontraktor spesialis kabel laut itu kini berstatus entitas anak perseroan dan memperkuat rantai bisnis infrastruktur telekomunikasi INET dari hulu ke hilir.

Langkah akuisisi dilakukan melalui pengambilan bagian atas 180.000 saham baru yang diterbitkan SGI dengan nilai nominal Rp 100.000 per saham. Seluruh saham baru tersebut diambil bagian dan disetor penuh oleh INET, sehingga nilai nominalnya mencapai Rp 18 miliar. Selisih antara nilai transaksi Rp 280,4 miliar dan nilai nominal dicatat sebagai agio saham.

"Pengambilan bagian atas saham baru yang mengakibatkan perseroan memiliki 60,00% saham SGI dan SGI menjadi entitas anak perseroan," ujar Direktur Utama INET Muhammad Arif dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapabilitas Kabel Laut yang Terintegrasi

SGI bukan pemain baru di sektor kabel bawah laut. Perusahaan ini bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) dengan spesialisasi proyek kabel laut untuk serat optik maupun kabel listrik.

Aset pendukungnya cukup lengkap. SGI mengoperasikan kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, serta fasilitas gudang kabel di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan anggaran dasar, kegiatan usaha SGI mencakup konstruksi sentral telekomunikasi, jaringan transmisi dan distribusi kabel di atas permukaan tanah, bawah tanah, hingga di dalam air. SGI juga menjalankan aktivitas telekomunikasi dengan kabel, pemasangan jaringan listrik, konstruksi bangunan sipil minyak dan gas, serta jasa akses internet.

Dengan masuknya SGI, INET membangun kapabilitas infrastruktur kabel laut yang terintegrasi, mulai dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan.

Kinerja Semester I-2026 Jadi Fondasi Ekspansi

Akuisisi ini dilakukan saat kinerja keuangan INET tumbuh agresif. Perseroan membukukan pendapatan neto Rp 926,45 miliar pada enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, melonjak 1.958,68% dari Rp 45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 33,67 miliar, naik 340,02% dari Rp 7,65 miliar secara year-on-year (YoY).

Dari sisi neraca, total aset INET mencapai Rp 6,11 triliun per 30 Juni 2026, meningkat 703,69% dibandingkan Rp 760,37 miliar pada 31 Desember 2025. Ekuitas perseroan juga naik 787,42% menjadi Rp 3,81 triliun dari Rp 429,21 miliar pada akhir 2025.

"Kinerja semester I-2026 menunjukkan bahwa INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha menjadi dasar penting bagi perseroan untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan," kata Arif.

Arti bagi Investor dan Peta Persaingan

Bagi pemegang saham, akuisisi ini menambah lini bisnis INET di segmen yang memiliki hambatan masuk tinggi. Proyek kabel laut butuh kapal khusus, tenaga ahli, dan perizinan lintas negara, sehingga jumlah pemain di pasar ini relatif terbatas.

Kepemilikan kapal Pacific Guardian dan tongkang Nostag 10 membuat INET tidak lagi bergantung pada pihak ketiga saat mengerjakan proyek kabel bawah laut. Efisiensi biaya dan kecepatan eksekusi proyek berpotensi membaik seiring integrasi operasional kedua perusahaan.

INET menyatakan akan menjaga pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas sekaligus memperkuat struktur keuangan. Perseroan juga berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan material sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks