MAMUJU — Peringatan dini yang dirilis BMKG Sulawesi Barat pada pukul 13.30 WITA itu menyebutkan, potensi hujan lebat pertama kali akan menyasar Kecamatan Aralle dan Sumarorong di Kabupaten Mamasa, serta Kecamatan Allu di Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi serupa diprediksi meluas ke sejumlah wilayah lain dalam waktu singkat.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?
BMKG merinci, di Kabupaten Mamuju, hujan lebat berpotensi terjadi di Kecamatan Mamuju dan Tapalang. Sementara di Kabupaten Mamasa, cuaca ekstrem diperkirakan meluas hingga Kecamatan Mambi, Tabulahan, dan Tanduk Kalua.
Adapun di Kabupaten Polewali Mandar, wilayah yang masuk dalam daftar peringatan dini meliputi delapan kecamatan: Tinambung, Campalagian, Tutar, Binuang, Luyo, Limboro, Balanipa, dan Anreapi.
Mengapa Peringatan Ini Penting bagi Warga?
Prakirawan BMKG Sulawesi Barat mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat. Genangan air di jalan raya berpotensi menghambat mobilitas, sementara angin kencang bisa menyebabkan pohon tumbang yang membahayakan pengendara dan pemukiman.
Wilayah perbukitan seperti Mamasa juga perlu waspada terhadap potensi tanah longsor jika hujan berlangsung terus-menerus dalam durasi singkat. BMKG mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang terjadi.
Berapa Lama Cuaca Ekstrem Ini Berlangsung?
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan, potensi hujan lebat dan angin kencang diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 16.00 WITA. Namun, BMKG tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat meluas ke wilayah lain di Sulawesi Barat di luar yang telah disebutkan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Peringatan dini ini bersifat situasional dan dapat diperbarui jika terjadi perubahan kondisi atmosfer yang signifikan.