SULAWESI BARAT — Manajemen EMAS menyebut langkah ini sebagai strategi efisiensi. Daripada membeli dari pihak ketiga, perusahaan memilih mengambil aset dari entitas di dalam grup sendiri. Corporate Secretary Merdeka Gold Resources, Adi Adriansyah Sjoekri, mengatakan transaksi ini efektif berlaku sejak 10 Juni 2026.
"Pelaksanaan transaksi antara MMI dengan pihak afiliasi dinilai dapat langsung meningkatkan efisiensi operasional. Langkah terstruktur ini sangat tepat dalam menjalankan kegiatan usaha secara efektif," ujar Adi dalam keterbukaan informasi, Minggu (14/6).
Dua Afiliasi Jadi Pemasok, Nilai Transaksi Berbeda
Pembelian aset dieksekusi oleh anak usaha EMAS, PT Merdeka Mining Indonesia (MMI). Penjualnya adalah PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR) — dua entitas yang masih satu grup dengan EMAS.
Dari BSI, MMI merogoh kocek Rp44,48 miliar. Sementara itu, transaksi dengan BTR mencapai Rp99,27 miliar. Paket yang dibeli berupa alat berat bekas, mesin industri, dan suku cadang tambahan. Semua aset dijual dalam kondisi apa adanya, tanpa garansi tambahan.
Manajemen memastikan tidak ada benturan kepentingan dalam transaksi afiliasi ini. "Kebijakan ini memberikan efektivitas lebih tinggi dibandingkan bertransaksi dengan pihak luar," tegas Adi.
Saham EMAS Melonjak, Investor Asing Justru Jual
Kabar rampungnya ekspansi armada tambang langsung disambut positif pasar. Saham EMAS ditutup hijau pada akhir pekan lalu. Harga pembukaan sempat menyentuh Rp7.050, lalu terbang ke level tertinggi harian Rp7.150 sebelum akhirnya sedikit tertekan.
Sepanjang hari, rata-rata harga transaksi saham EMAS berada di Rp6.980 per lembar. Volume perdagangan sangat padat: 280,50 ribu lot berpindah tangan dalam 14.080 kali transaksi. Total nilai akumulasi mencapai Rp195,79 miliar.
Meski harga menguat, investor asing justru melakukan aksi jual bersih. Data bursa mencatat penjualan asing mencapai Rp85,25 miliar, sementara pembelian hanya Rp55,72 miliar. Alhasil, arus dana asing keluar dari saham EMAS sebesar Rp29,52 miliar dalam sehari.
Tambang emas Pani yang berlokasi di Gorontalo menjadi proyek andalan EMAS ke depan. Dengan tambahan alat berat ini, perusahaan berharap produktivitas tambang bisa meningkat signifikan dalam waktu dekat.