MAMUJU — Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (KominfoSS) Pemprov Sulawesi Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar melakukan supervisi langsung ke lapangan untuk memastikan pendataan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Mamuju pada Jumat (7/8/2026), menyusul arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka agar pemprov aktif mendampingi proses sensus.
Supervisi ini bukan sekadar formalitas. Petugas gabungan meninjau langsung proses wawancara dengan pelaku usaha, mulai dari model pendampingan hingga pengisian kuesioner. Tujuannya satu: memastikan setiap data yang masuk benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.
Kenyamanan Petugas dan Warga Jadi Prioritas Utama
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar Muhammad Ridwan Djafar menegaskan bahwa kualitas data sangat bergantung pada kenyamanan kedua belah pihak saat proses pendataan berlangsung. Jika petugas merasa aman dan responden merasa terbuka, hasil wawancara akan jauh lebih akurat.
“Kita mau memastikan dari sisi yang mendata nyaman dan yang didata juga nyaman. Sehingga kualitas data didapatkan dan sesuai yang diharapkan,” ujar Ridwan.
Pendampingan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka sebagai bentuk komitmen Pemprov untuk terus mendampingi BPS di lapangan.
Finalisasi Data di Sejumlah Titik Pelaku Usaha
Kepala BPS Sulbar Suri Handayani menyampaikan bahwa timnya saat ini tengah melakukan finalisasi pendataan di beberapa titik pelaku usaha di Mamuju. Masih ada sejumlah hal yang memerlukan pendampingan khusus di lapangan, terutama terkait teknis pengisian kuesioner.
“Kami hadir di sini untuk melakukan finalisasi pendataan. Memang masih ada hal-hal yang memerlukan pendampingan di lapangan,” kata Suri.
Basis Data Ekonomi untuk Kebijakan Pembangunan
Melalui supervisi bersama ini, BPS dan Pemprov Sulbar berharap seluruh pihak serta pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan terbuka. Data ekonomi yang akurat akan menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan di Sulawesi Barat ke depan.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang hasilnya akan digunakan untuk memetakan potensi ekonomi hingga ke tingkat daerah. Dengan pendampingan ketat seperti ini, diharapkan tidak ada data yang terlewat atau tidak akurat.