Pencarian

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengunjung PRJ Mulai Melirik Motor dan Mobil Listrik

Minggu, 14 Juni 2026 • 04:24:31 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengunjung PRJ Mulai Melirik Motor dan Mobil Listrik
Pengunjung PRJ Kemayoran mulai serius menanyakan spesifikasi dan biaya operasional kendaraan listrik.

SULAWESI BARAT — Liputan jurnalis Kompas TV, Benedictus Adithia, dan juru kamera Bondan Wicaksono di area PRJ Kemayoran menangkap fenomena ini. Warga yang sebelumnya hanya melihat-lihat, kini mulai serius bertanya soal jarak tempuh dan biaya pengisian daya. Perubahan perilaku ini terjadi seiring harga BBM nonsubsidi yang terus merangkak naik.

Pengunjung Bandingkan Spesifikasi dan Biaya Operasional

Di sejumlah stan pameran, pengunjung tak hanya sekadar duduk di atas motor atau mobil listrik. Mereka membandingkan spesifikasi teknis, jarak tempuh per sekali cas, hingga simulasi biaya harian antara kendaraan konvensional dan listrik.

"Saya lihat-lihat dulu, soalnya bensin sekarang mahal. Kalau hitung-hitung dalam setahun, mungkin lebih murah pakai listrik," ujar salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi. Kalimat ini mencerminkan pergeseran pola pikir konsumen dari sekadar penasaran menjadi kalkulatif.

Daya Beli Jadi Penghalang Utama Adopsi Kendaraan Listrik

Meski minat meningkat, harga jual kendaraan listrik masih menjadi tembok besar. Selisih harga yang signifikan dengan motor atau mobil bensin membuat konsumen berpikir ulang. Banyak pengunjung mengaku masih dalam tahap "mengumpulkan informasi" sebelum benar-benar mengeluarkan uang.

Mereka ingin membandingkan spesifikasi, jarak tempuh, dan tentu saja harga sebelum benar-benar memutuskan. Pameran seperti PRJ menjadi ajang tepat untuk mengerucutkan pilihan tanpa tekanan tenaga penjual.

Pameran Jadi Titik Temu Antara Rasa Penasaran dan Realita Harga

Fenomena ini menunjukkan bahwa edukasi pasar masih perlu digenjot. Konsumen butuh bukti nyata bahwa dalam jangka panjang, kendaraan listrik lebih ekonomis ketimbang kendaraan bermesin bensin. PRJ, sebagai salah satu pameran otomotif terbesar, menjadi barometer sentimen konsumen kelas menengah Jakarta.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin angka penjualan kendaraan listrik di kuartal mendatang akan mencatatkan kenaikan. Namun, semuanya kembali pada kebijakan harga dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang merata.

Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks