Fenomena kabel USB berwarna ungu paling sering ditemukan pada produk-produk Huawei, khususnya untuk sistem pengisian cepat SuperCharge-nya. Warna ini menandakan dukungan daya di atas 40 watt, protokol USB Power Delivery (PD), dan Quick Charge dari Qualcomm. Namun, arti ini tidak universal — kabel ungu dari satu merek belum tentu kompatibel dengan perangkat merek lain.
Huawei Jadi Dalang di Balik Warna Ungu, Tapi Kini Mulai Ditinggalkan
Huawei adalah produsen yang paling konsisten menggunakan warna ungu pada konektor USB tipe-A dan tipe-C untuk menandai pengisi daya SuperCharge-nya. Namun, praktik ini perlahan berubah. Saat ini, Huawei hanya menyematkan warna ungu pada charger mini 25W-nya, sementara charger 66W dan 100W terbaru mereka justru menggunakan konektor oranye.
Kabel data 6A milik Huawei pun kini seluruhnya memakai konektor oranye, bukan ungu lagi. Keputusan ini menunjukkan bahwa bahkan di dalam satu ekosistem, kode warna bisa berubah tanpa peringatan.
Kenapa Kabel Ungu Jarang Ditemukan di Amerika Serikat?
Jawabannya sederhana: karena Huawei, produsen utama yang mempopulerkan kode warna ini, tidak bisa menjual smartphone secara legal di AS akibat sanksi perdagangan dengan China. Akibatnya, konsumen Amerika jarang menjumpai kabel atau port ungu di pasaran. Pengecualiannya adalah beberapa produsen kabel USB 3.1 Gen 2 non-Huawei yang menggunakan warna teal atau ungu untuk menandai kecepatan transfer 10Gbps — dua kali lipat dari USB 3.0.
Jangan Tergiur Warna, Ini Cara Aman Memilih Kabel USB
Warna kabel dan port USB bukan jaminan performa. Kesalahan memilih charger atau kabel bisa berakibat fatal: baterai perangkat cepat rusak, bahkan risiko kebakaran. Produsen ternama seperti Anker dan Apple memilih jalur aman dengan mensertifikasi produk mereka langsung ke USB-IF untuk level daya dan kecepatan data tertentu.
Standar terbaru, USB PD 3.1, misalnya, menjamin pengiriman daya hingga 240 watt secara aman. Untuk kecepatan data, konsumen perlu memeriksa label standar: USB 3.1 (5Gbps), USB 3.2 Gen 2 (10Gbps), hingga USB4 yang mencapai 40Gbps atau 80Gbps dengan kompatibilitas Thunderbolt 5.
Beberapa perangkat seperti TV, PC desktop, atau laptop tertentu masih menggunakan port USB 2.0 yang hanya mentok di 480Mbps — cukup untuk mouse dan keyboard, tapi tidak untuk transfer file besar atau pengisian daya cepat.
Intinya, jangan pernah memilih kabel USB hanya dari warnanya. Selalu periksa sertifikasi USB-IF dan spesifikasi teknis yang tercetak pada kemasan. Warna ungu boleh jadi keren, tapi tanpa standar resmi, ia hanyalah cat tanpa jaminan.