SULAWESI BARAT — Winger Manchester City Antoine Semenyo disebut "membeku" setelah diduga dirasiskan seorang penggemar Liverpool saat laga Premier League di Anfield. Insiden itu terjadi pada 15 Agustus 2025 ketika Semenyo masih memperkuat Bournemouth dan bersiap melakukan lemparan ke dalam.
Dalam sidang di Liverpool Magistrates' Court, jaksa mengungkapkan bahwa Semenyo sempat terhenti sejenak setelah mendengar hinaan rasial dari pria berusia 47 tahun, Mark Mogan. Kejadian itu berlangsung sekitar 30 menit setelah pertandingan pembuka musim Premier League dimulai.
Jaksa Simon Jones menyatakan Semenyo "jelas terluka dan kesal" atas insiden tersebut. Pemain asal Ghana itu kemudian melaporkan kejadian itu kepada wasit Anthony Taylor saat bola keluar lapangan berikutnya.
Momen Ketika Semenyo Berhenti dan Lapor ke Wasit
Jones menjelaskan bahwa Semenyo sempat membeku mendengar apa yang diteriakkan Mogan kepadanya. "Mr Semenyo sempat membeku karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu," ujar Jones di persidangan.
Menurut keterangan di persidangan, Mogan kemudian meneriakkan hinaan lanjutan kepada Semenyo. Pemain itu tidak merespons dan tetap melanjutkan lemparan ke dalam. Mogan dikeluarkan dari stadion saat jeda babak.
Dua klip video pendek ditunjukkan ke pengadilan. Jones menggambarkan Mogan dalam kondisi "gelisah dan marah". Saksi mata menyebut Mogan melempar permen karet ke arah Semenyo hingga mengenai sisi kanan celananya.
Kesaksian Dua Fans Liverpool di Kursi Disabilitas
Penggemar Liverpool Neil Sherratt, yang duduk di sebelah Mogan, memberikan keterangan tertulis. Ia melihat Mogan mendekati lapangan dari area disabilitas di Main Stand dan mendengar teriakan bernada "cepatlah".
Sherratt menyebut Semenyo menoleh ke arah Mogan dengan ekspresi terkejut. Ia meyakini pemain itu sempat membalas dengan kata "apa".
Fans Liverpool lain, Nicholas Collins, mengatakan Mogan menjadi "sangat kurang ajar dan berani" setelah insiden tersebut. Mogan bahkan mengancam akan menyerang polisi jika mereka mendekatinya.
Mogan Membantah dan Sebut Semenyo Memanggilnya "Cacat"
Dalam wawancara dengan polisi sehari setelah kejadian, Mogan mengaku hanya meneriakkan agar Semenyo mempercepat permainan. Ia mengklaim pemain itu memanggilnya "cacat", yang membuatnya tersinggung.
Mogan juga membantah melempar permen karet ke arah Semenyo. Ia menyebut permen itu jatuh ke lantai. Jaksa Jones menegaskan pihaknya menilai Mogan berbohong dalam pemeriksaan polisi.
Mogan, yang menggunakan kursi roda dan didampingi seorang perantara di persidangan, membantah tuduhan perilaku rasial yang memberatkan. Semenyo dijadwalkan memberikan kesaksian melalui tautan video.
Sidang kasus ini masih berlanjut.