SULAWESI BARAT — Vinícius Júnior menuding wasit tidak melindungi pemain kreatif setelah dirinya dijatuhi sanksi empat pertandingan di La Liga. Penyerang Real Madrid itu berbicara usai laga dramatis melawan Roma di Liga Champions.
Real Madrid menang 4-3 atas Roma di Liga Champions pada Rabu, dalam laga yang berlangsung hanya beberapa jam setelah Vinícius menerima hukuman empat pertandingan di kompetisi domestik Spanyol. Hukuman itu dijatuhkan karena ia dikartu merah usai menarik rambut lawan dan memprotes keputusan wasit.
Vinícius: Saya Tidak Ingat Pemain Lain Dapat Sanksi 4 Laga
"Saya tidak ingat ada pemain lain yang menerima sanksi empat pertandingan," kata Vinícius. "Saya mencoba menyingkirkan pemain di depan saya, dan akhirnya tangan saya tersangkut di rambutnya."
Ia mengaku terkejut dengan beratnya hukuman yang diterimanya. Menurutnya, tidak ada satu pun kata kasar yang ia lontarkan kepada wasit dalam insiden tersebut.
"Tapi kalau soal Vini, semuanya jadi mudah. Tim lawan selalu bilang itu pantas, pers juga bilang sama. Saya paham. Saya di sini untuk terus berkembang, karena saya tahu dari mana saya berasal dan apa yang bisa saya capai," ujarnya.
Statistik 500 Pelanggaran, Hanya 5 Kartu Merah
Vinícius menyoroti data yang menurutnya menunjukkan ketidakadilan perlakuan terhadap dirinya. Ia mengklaim telah menjadi korban 500 pelanggaran, namun hanya berujung pada lima kartu merah.
"Wajar kalau suporter lawan mencemooh saya, karena tugas saya mencetak gol ke gawang mereka. Tapi wasit, saya tidak mengerti," tuturnya. "Kartu kuning selalu jatuh ke Vini, ke pemain menyerang. Kami perlu melindungi pemain yang membawa hal berbeda ke permainan, seperti Lamine di Barcelona atau Julián di Atleti."
Ia menambahkan, bek lawan dibiarkan melanggarnya sepanjang pertandingan, tetapi dirinya yang akhirnya diganjar kartu.
Mourinho Kritik Waktu Pengumuman Sanksi
Pelatih Real Madrid, José Mourinho, mempertanyakan timing pengumuman sanksi yang diterima Vinícius. Menurutnya, keputusan itu diumumkan hanya dua jam sebelum kick-off laga melawan Roma.
"Apakah normal seorang pemain dari tim Spanyol, yang sedang bersiap untuk pertandingan penting yang juga krusial bagi sepak bola Spanyol, mengetahui sanksi empat pertandingan hanya dua jam sebelum kick-off?" kata Mourinho. "Kami sedang di bus menuju stadion ketika mengetahuinya. Mereka mulai melakukan hal-hal tanpa rasa malu."
Comeback 3-1 di Roma dan Pengakuan Performa
Dalam laga di Roma, Vinícius ditarik keluar pada menit ke-59 saat Madrid tertinggal 3-1. Endrick yang masuk menggantikannya mencetak gol penyeimbang pada menit ke-85, sebelum Antonio Rüdiger memastikan kemenangan Madrid pada menit ke-90.
Vinícius mengakui tengah menjalani periode sulit. Ia belum mencetak gol untuk Madrid sejak Agustus dan mengaku tidak berada di performa terbaik.
"Saya bekerja untuk kembali ke level terbaik secepat mungkin. Saya tahu saat ini tidak di puncak, tapi saya pernah melalui yang lebih buruk. Itu sebabnya saya menandatangani perpanjangan kontrak enam tahun. Tren bagus akan kembali, gol juga akan kembali. Saya yakin," katanya.
Soal ditarik keluar, Vinícius menyebut reaksinya sebagai hal wajar. "Mourinho dan saya punya hubungan yang baik. Dia selalu jujur kepada saya. Tentu saya sedikit kesal saat ditarik keluar, tapi itu normal. Pada akhirnya dia benar, tim membaik, dan itu yang paling penting," ujarnya.
Laga yang Akan Dilewatkan
Dari empat pertandingan sanksi yang dijalani Vinícius, salah satunya adalah El Clásico melawan Barcelona pada 25 Oktober. Laga tersebut menjadi salah satu partai paling dinantikan di La Liga musim ini.