Pencarian

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.879 per USD, Dolar AS Mulai Tertekan

Senin, 12 Oktober 2026 • 09:19:31 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.879 per USD, Dolar AS Mulai Tertekan
Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke Rp17.879 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.

SULAWESI BARAT — Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp17.879 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi, naik 20 poin atau 0,11 persen dari penutupan pekan lalu di Rp17.899. Penguatan terjadi saat dolar AS mengalami tekanan, meski analis memprediksi rupiah masih berpotensi fluktuatif dan kembali melemah sepanjang hari.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di Rp17.879 per USD pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, mengutip Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak menguat empat poin atau 0,02 persen dibandingkan pembukaan Jumat pekan lalu sebesar Rp17.883 per USD.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Dia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.890 hingga Rp17.950 per USD.

Konflik AS-Iran dan The Fed Jadi Pemicu Utama

Ibrahim menyebut sentimen eksternal yang menekan rupiah datang dari perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Perhatian pasar masih tertuju pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Defisit APBN 2026 Capai Rp319 Triliun

Tekanan terhadap rupiah berlanjut seiring respons pasar terhadap laporan Kementerian Keuangan mengenai posisi APBN 2026. Hingga September 2026, defisit anggaran tercatat Rp319 triliun atau setara 1,24 persen terhadap produk domestik bruto.

Posisi defisit itu menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar dalam menilai prospek fiskal Indonesia. Kombinasi tekanan eksternal dan domestik membuat ruang penguatan rupiah relatif terbatas.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor, pergerakan rupiah di rentang Rp17.890 hingga Rp17.950 berpotensi memengaruhi imbal hasil aset berdenominasi dolar. Pelaku usaha yang memiliki utang valas perlu mencermati kebutuhan lindung nilai di tengah ketidakpastian kurs.

Ibrahim menilai pasar masih akan menunggu perkembangan konflik geopolitik dan sinyal kebijakan The Fed sebelum menentukan arah. Kedua faktor itu menjadi penentu utama apakah rupiah mampu mempertahankan penguatan atau kembali tertekan.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks