MAMUJU — Sebanyak 524 mahasiswa calon penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti pembekalan teknis secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi para mahasiswa untuk memahami hak, kewajiban, dan mekanisme pencairan dana bantuan pendidikan tersebut.
Pembekalan menghadirkan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, yang membuka sesi pengarahan. Tim Beasiswa kemudian memaparkan teknis pemberkasan dan menjawab sejumlah pertanyaan peserta dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Ia menyebut beasiswa sebagai instrumen investasi daerah untuk mencetak generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing.
“Beasiswa ini adalah investasi kita untuk membangun sumber daya manusia Sulawesi Barat. Karena itu, saya berharap para penerima memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan ilmu, kompetensi dan prestasi,” kata Suhardi Duka dalam sambutannya.
Orang nomor satu di Sulbar itu juga berpesan agar para mahasiswa menjaga integritas dan disiplin selama menempuh pendidikan. Ia ingin lulusan beasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membangun daerah asal.
Murdanil menjelaskan, setelah mengikuti pembekalan, para calon penerima memiliki tenggat waktu satu bulan untuk menuntaskan seluruh persyaratan administrasi. Kelengkapan dokumen menjadi syarat mutlak sebelum dana beasiswa dapat dicairkan.
“Kami memberikan waktu satu bulan kepada seluruh calon penerima untuk melengkapi dan menyampaikan dokumen persyaratan. Kami berharap waktu yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak ada keterlambatan akibat dokumen yang belum lengkap,” ujar Murdanil.
Tim Beasiswa memaparkan secara rinci jenis dokumen yang harus disiapkan, tata cara pengiriman berkas, hingga proses verifikasi. Para mahasiswa juga diberi ruang untuk bertanya, terutama terkait kendala teknis dan kejelasan mekanisme pencairan.
Murdanil memastikan pihaknya tidak berhenti pada tahap pembekalan. Pendampingan akan terus diberikan selama periode pemberkasan berlangsung untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang gagal memenuhi persyaratan karena kebingungan administratif.
“Jangan menunggu sampai batas waktu berakhir untuk melengkapi dokumen. Jika ada hal yang belum jelas, silakan dikomunikasikan dengan Tim Beasiswa agar dapat segera diberikan penjelasan,” pungkasnya.
Program beasiswa Pemprov Sulawesi Barat tahun 2026 menyasar 524 mahasiswa sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju pembangunan yang lebih maju dan berdaya saing.