SULAWESI BARAT — Kabut asap karhutla 2026 membawa partikel PM2,5 yang bisa masuk sampai ke bagian terdalam paru-paru anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan risiko lonjakan pneumonia pada anak dan membagikan cara melindungi si kecil di rumah.
Paru-paru anak masih berkembang, dan frekuensi napasnya lebih cepat dibanding orang dewasa. Dua hal itu membuat si kecil menyerap lebih banyak udara kotor setiap kali kabut asap menyelimuti lingkungan sekitar.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), menyebut karhutla bukan sekadar bencana lingkungan. Menurutnya, kabut asap menurunkan kualitas udara dan memicu peradangan di saluran napas anak.
Kenapa Anak Paling Rentan Kena Dampak Kabut Asap
Partikel halus PM2,5 jadi biang keladinya. Ukurannya sangat kecil sehingga bisa lolos melewati saringan alami hidung dan tenggorokan, lalu masuk hingga ke bagian terdalam paru.
Setelah masuk, partikel ini memicu peradangan dan melemahkan mekanisme pertahanan saluran napas. Anak yang terpapar terus-menerus jadi lebih gampang jatuh sakit, terutama infeksi saluran pernapasan bawah.
Hubungan Karhutla dan Lonjakan Pneumonia Anak
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr Khairiyadi Ismail, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan paparan asap tidak hanya memperburuk asma. Risiko infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk pneumonia, juga ikut naik.
Bukti lapangan sudah terlihat. Studi di Palembang pada 2011-2020 menemukan peningkatan konsentrasi PM2,5 berkaitan dengan bertambahnya kasus pneumonia anak. Tren serupa muncul di RSUD Ulin Kalimantan Selatan sepanjang 2026, saat rawat jalan dan rawat inap akibat ISPA serta asma melonjak berbarengan dengan puncak musim kemarau.
"Kami melihat korelasi langsung antara lonjakan kasus ISPA dan pneumonia di fasilitas kesehatan dengan periode puncak karhutla. Ini adalah sinyal darurat yang harus segera direspons dengan tindakan mitigasi yang terkoordinasi," ujar Khairiyadi.
Tiga Gangguan Napas yang Mirip, tapi Beda Penanganan
Asap karhutla bisa memicu tiga masalah pernapasan sekaligus: pneumonitis akibat iritan, eksaserbasi asma, dan pneumonia infeksius. Gejalanya saling menyerupai, jadi